Love isn’t Blind

image

Actually, every people in this world
Always say the same thing about love
When he or she
Falling in love
This words can be magical word for everyone
Love is Blind
When people
Girl, boy, women, men, old, young, or maybe a child
Falling in love
That’s the world is only you and me
Just ours
Ooo God
Sometimes, that’s funny
But it can be offend
Well, i think
Love isn’t blind
Yes! You still see everything clearly
Although you or me
Falling in love
You know he was handsome or beast
You know she was pretty or ugly
Hahaa,,, that’s the fact
Don’t be naif
We’re know
Already know
We met someone and can’t be objective
We always say like this
She/he good looking, handsome
Cool, georgeous, beautyful or another thing
About physical
Love isn’t blind
We always know
Right and wrong
But we pretend
Like stupid people
It’s the point
Love is not Blind
But can make you blind
So you can’t thinking clearly

Sekedar Bercerita II

image

Akhirnyaaa,,,,, sudah selesai
Terlewati sudah masa-masa yang katanya demokrasi itu
Lega rasanya , hehe
Tapi tetap saja timbul pertanyaan yang hanya sibuk dengan dunia tanya nya sendiri
Kenapa masih bersibuk ria dengan status media sosial
Dapat apa mereka yang pesta pora
Ketika jagoan andalan nya bisa duduk di kursi panas itu
Rasanya hanya rasa puas karena telah menang
Bahagia yang bisa jadi sesaat juga
Lalu, ada apa dengan mereka yang beramuk ria juga
Waduh,,,
Masih tetap merasa jagoannya yang paling oke
Pakailah logika mengumbar rasa percaya
Jangan lupakan ilmu PPKn di sekolah saat saling cerca
Semua sudah selesai
Dapat apa mereka yang masih tetap keras batu meskipun masa telah habis
Sekarang rasanya kita hanya perlu menunggu
Janganlah saling berdebat
Masa debat itu telah lewat
Rating nya turun drastis karena hasilnya telah final
Hehe…
Saya sih, jadi penyimak saja
Bukan berarti tak paham betul
Saya mengerti dengan apa yang mereka bicarakan
Yang saya tak bisa mengerti itu ya, subjek nya
Ada apa dengan mereka
Seperti itu judulnya
Siapa pun pemimpin nya nanti
Kita tetap harus mandiri
Bertanggung jawab atas diri sendiri
Menurut saya, kita hanya perlu berdoa
Berharap saja kalau hasil akhir ini memang keputusan Yang Maha Kuasa
Bukan permainan manusia dan akal bulusnya
Tanggapilah segala sesuatu dengan bijak
Jangan bawa nama Tuhan mu
Hanya sekedar untuk
Memenangkan argumen semata
Apa yang kita pikir benar belum tentu baik
Dan yang baik juga belum tentu benar….

Melihat dengan Hati, Merasa dengan Mata

image

Mata hati
Tak dapat terpisah
Melihat, menatap, memandang tentu dengan mata
Merasa tentu dengan hati
Hati yang bisa terenyuh
Hati yang tak pernah sejalan dengan logika
Mengerti dan memahami
Tak cukup hanya dengan melihat
Tak cukup hanya dengan merasa
Abstrak… samar…
Melihat tak hanya dengan mata
Merasa tak hanya dengan hati
Mata ini dapat merasa
Tak perlu tersentuh terlihat
Tapi dengan isyarat yang tersirat
Hati ini dapat melihat
Dia jauh di dalam
Tersimpan di kegelapan daur kehidupan
Tapi ia dapat melihat
Tak perlu cahaya
Tak perlu retina
Ketika apa yang terlihat dapat menipu mata
Hati melihat yang terselubung tak terjamah cahaya
Ketika hati lumpuh karena tak lagi peka
Mata tak terlepas dari fakta
Kenyataan dari sisi tipu daya
Semua tak butuh logika
Mata ….
Hati ….
Tak mungkin alam berdusta
Tak mungkin insan berpura
Ada hati yang tetap melihat
Meski cahaya membutakan mata
Ada mata yang tetap merasa
Meski hati tak peduli isyarat
Keajaiban kehidupan
Tak akan ada kata berpura tau padahal tak tau apapun
Atau
Berpura tak tau padahal tau segalanya
Saya, kamu, mereka, kalian…
Sama sekali tak bodoh
Tak ada hal yang dapat mengelabui kita
Saat …
Mata dapat merasa dan
Hati dapat melihat

Filosofi Pohon Karet

image

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah renungan singkat yang sangat menarik
Sederhana, namun menggunggah hati
Setelah membacanya sepintas saja otak saya langsung berputar dan mulai menggelitik hati saya untuk turut ambil bagian.
Filosofi pohon karet….
Seperti filosofi pasir atau ada hal lain disana?
Cuplikan pernyataan ini membuat saya tertegun…

“Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah.”

Satu kata yang terlintas adalah ‘sulit…’
Hal ini mungkin hanya ada dalam penggalan kitab suci saja
Apa mungkin ada hal seperti ini dalam kehidupan nyata?
Rasanya hampir sama sekali tidak ada
Tapi, saya sangat ingin seperti itu
Melakukannya persis sama
Seperti pohon karet
Yang paling berguna dari dirinya adalah getahnya
Cara mendapatkan getah itu kita harus menyayat bagian batangnya berulang-ulang
Seperti itulah ia,,,
Yang meskipun ia dilukai berkali-kali
Ia tetap memberikan kebaikan untuk orang yang melukainya
Kita semua tahu kalau untuk mendapatkan getah dari pohon karet
Kita harus menyayat batang pohon karet itu berulang kali sampai getahnya keluar dari kulit batangnya
Getah itu justru bermanfaat bagi manusia
Bukannya membunuh dengan racunnya atau melukai manusia pada saat itu juga
Dapatkah saya melakukan hal yang sama?
Bagaimana dengan kamu?
Semua memerlukan proses, sama seperti pohon karet yang tumbuh semakin besar dan kuat hingga dia mampu menahan luka
Namun membalasnya dengan kebaikan
Demikian juga kita memerlukan proses pertumbuhan itu
Pertumbuhan jasmani terlebih rohani
Agar mampu membalas setiap luka yang kita alami dengan setetes kebaikan
Filosofi pohon karet ini adalah gambaran bagi kita
Baik bersosialisasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar
Kita akan sering merasa terluka atau dilukai
Filosofi ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan sekedar memikirkan diri sendiri
Hidup bukanlah hanya untuk mementingkan diri sendiri
Bukanlah masalah tentang lebih baik saya dibuang daripada saya harus terluka
Tetapi akan lebih tepat lebih baik saya terluka daripada saya dibuang
Seperti pohon karet yang memilih terluka berulang kali namun berguna bagi sekitarnya
Dan dia tidak memilih dibuang karena dia takut terluka
Karena artinya jika dia dibuang, dia sudah tak berguna lagi…

Filosofi Pasir

image

Filosofi kehidupan yang berderet panjang
Mengantarkan saya pada filosofi kehidupan yang begitu melekat
Filosofi pasir
Banyak yang menjadikan nya sebagai filosofi dasar dalam hubungan
Pria dan wanita
Atau pun persahabatan
Tapi terkadang ini pun dapat terserap sempurna ke dalam
Harapan atau angan – angan belaka
Pasir
Butiran kehidupan, perasaan, hasrat, cita-cita
Atau sekedar keinginan
Bagaimana dengan pasir yang berada dalam genggaman ?
Bagaikan harapan yang kita genggam
Semakin kuat kita menggenggamnya
Dia akan habis
Keluar dari celah jemari kita
Ketika kita lemahkan genggaman
Dia terbang bersama angin
Berbaur bersama deru ombak
Saat tak ingin pasir itu terkikis sedikit pun
Genggam dengan keseluruhan jiwa
Bukan hasrat sesaat dan
Keegoisan semata
Rebahkan telapakmu
Lembutlah padanya
Ikhlas dan tuluslah merangkul hangat nya
Pasir berkilau yang tersengat mentari
Rasakan dan jangan pernah terbuai angin
Karena kita akan lupa
Dan angin pun membawa nya terbang bersama
Jangan pun terlalu berhasrat
Besar ingin menggenggamnya
Semakin kuat semakin kuat
Kita lelah dan tak kuasa
Tak sadar tercipta celah
Antara keegoisan dan nafsu
Pasir itu pergi
Bersama arus ombak menuju lautan luas
Jika besar hasratmu
Akan segala semesta alam ini
Ingat filosofi ini
Filosofi pasir
Ada saat dimana engkau harus melemahkan keinginanmu
Atas segala hal
Dan membiarkan alam semesta
Hasrat kita yang menggebu
Menghampiri kita
Disaat kita dalam kedamaian jiwa
Banyak hal yang tak perlu kita genggam kuat
Ada hal yang disaat kita menemukan ketenangan jiwa
Batin lembut
Semua berjalan baik
Pasir itu dapat terus bertahan
Dalam rengkuhan tangan kita
Indah berkilau
Tak terhempas sebutir pun

Tersirat Kata Terbesit Makna

image

Tak ada kata yang bisa menafsirkan
Isyarat hati dan angan nestapa
Hmmm….
Intinya adalah ketidaktahuan
Emosi sesaat
Ketika jiwa dan asa tak lagi sejalan
Tertinggal hanya wajah kepolosan
Entah juga kebodohan
Hahaa…
Orang tertawa
Ikut tertawa tapi entah apa
Mereka menangis bahagia
Kenapa harus ikut juga menangis
Namun tak sama rasa
Tak dapat menjawab juga memberi jawab
Abjad kehidupan tak lagi tersusun nyata
Jika semudah mengerlingkan mata
Hidup seperti debu jalanan
Dikumpulkan hanya untuk dibuang
Disimpan diabaikan
Entah berguna atau tidak
Diinjak tanpa dipandang
Titik yang sering diungkapkan
Entah titik jenuh
Entah titik kebahagian
Atau sekedar pencarian jati diri
Perang batin yang tak kunjung damai
Kata ini bukan untuk dimengerti
Makna ini bukan untuk dicari
Ini hanya sekedar ungkapan jemari
Yaaa,,,,
Jemari yang dalam istilah kepandaian
Dikendalikan oleh otak
Bagi banyak orang itu
Benar penuh
Bagiku
Semua hanyalah atmosfir kehidupan
Yang telah begitu
Dan memang harus begitu
Kata tak perlu terucap
Makna tak perlu terungkap
Itulah titik keabadian…

Sekedar Bercerita

image

Moment akbar untuk tanah kelahiran saya
Pemilihan Presiden tanggal 9 Juli 2014
Seru berisik mencekam
Saya hanya melihat, mendengar, memperhatikan
Otak tidak mampu terlalu mengingat 😀
Euforia seperti Piala Dunia
Pemain Bukan berebut bola tapi berebut tahta
Keluarga, kerabat, teman, sahabat,
Semua tiba – tiba jadi pegawai pemerintahan
Ilmu politik di atas rata – rata
Piawai berargumen dan  berorasi,
Berdebat yang entah itu sah atau tidak
Saya hanya melirik tersenyum bergumam
Dari tukang sapu jalan sampai pengusaha
Mereka seperti berasal dari lembaga pendidikan yang sama
Bidang ilmu sama
Latar pendidikan sama
Dan dengan gelar sarjana yang sama
4 orang yang luar biasa menurut saya
Mereka pakai pelet susuk atau semacam nya
Semua orang dihipnotis
Saya!!????!!!???
Apa kabar dengan saya?
Tentu saja baik 😀
Saya hanya diam saja. Tak terlalu mengerti
Saya hanya tahu banyak foto berjejer di sepanjang jalan kenangan …. haha
Ada yang bilang saya smart
Ada juga yang bilang saya ini pintar cerdas pandai dannnn sebagainya
Tapi saya merasa saya biasa saja
Saya tidak semahir mereka yang entah diupahi berapa untuk menjadi juru bicara para capres dan cawapres
Pengetahuan dan wawasan saya dangkal,
Tidak seperti mereka yang luar biasa seperti Mama Lauren
Sayang, beliau sudah tidak ada… pasti akan lebih seru
Tahu siapa yang terbaik untuk masa depan
Meramalkan siapa yang akan menduduki tahta
Ya, meskipun belum tentu benar
Saya juga tidak pernah kenal dekat dengan 4 pejuang tanah air dadakan
Tidak satu pun dari mereka
Saya hanya tahu nama foto cerita
Dari televisi, koran, radio, sosmed
Dari tim sukses mereka yang tersebar di mana-mana di setiap saya menolehkan wajah
Melangkahkan kaki
Bahkan hanya sekedar mengobrol
Melihat poster sebesar rumah dengan tampang lucu (menurut saya) 😀
Koq saya malah tertawa yah, bukan nya kagum
Saya merasa wahh karena besar ukuran nya saja
Kata seseorang itu adalah “bentuk kesederhanaan”
Mungkin pencitraan kesederhanaan* (maksudnya)
*dapat kata ini dari para politikus dadakan
Tapi koq saya malah tertawa ya?
Ini bentuk reaksi spontan saya yang benar – benar “polos”
Satu -satunya penduduk Indonesia yang tidak punya tv dan tidak up to date soal ini (seolah-olah)
Satu lagi, sepertinya ingin terkesan keren saat fotonya di cetak lalu di publish atau di share,, jadi malah kaku dan mati gaya menurut saya
Tetap saja dari 4 orang trendsetter saat ini saya yang paling fotogenic (narsis)
Saya paling tidak suka memilih
Disuruh memilih apalagi
Kalo bisa pilih semua, ya saya pilih semua saja
Supaya adil , menurut saya
Indonesia kemudian dibagi menjadi 2 wilayah kekuasaan
Seperti Jerman atau Korea
Tapi tetap tidak bisa ya…. hmm
Sedih juga melihat moment seperti ini
Yang ada di posisi digonjang ganjing adem ayem saja
Para tim sukses malah saling cerca hina sikut kanan kiri
Pemilihan kali ini sudah tidak rahasia lagi
Demokrasi katanya (menjiplak kata – kata orang)
1 orang mempengaruhi yang lain
Dengan cara halal maupun haram
Haduh, saya makin tidak paham
Saya saja sampai saat ini tidak tahu harus pilih kubu mana
Coblos kiri atau kanan
No 1,2,3,4,5, atau ada nomor lain
Bagi saya , hati nurani itu paling penting
Tidak pernah salah suara hati kecil
Tapi, selama tidak terpengaruh suara – suara nyaring di sekeliling
Memilih itu hak
Tidak memilih juga suatu hak
Saya akan lebih senang dan tenang bila para pegawai pemerintahan yang dadakan itu
Tetap bersatu meski beda persepsi
Berdebat itu sah
Berpendapat itu sah
Yang tidak sah itu adalah permusuhan hanya karena moment seperti ini
Penting nya pelajaran PPKN pada saat saya di bangku SD benar terasa
Menghargai dan menghormati pendapat dan pilihan orang lain
Saling menghargai menghormati sesama manusia
Kalau mau memilih ya memilih saja
Jangan memprovokasi
Memaksa
Atau pun mempengaruhi
Dengan cara langsung tidak langsung sadar tidak sadar
Jangan terlalu merasa yakin dengan apa yang kita miliki
Pemahaman, pengenalan, pengetahuan, wawasan,
Karena semua tetap memiliki cacat di mata Tuhan
Meskipun saya tidak terlalu suka ketika harus memilih
Ya, saya tetap harus memilih memang dalam hidup ini
Mau no 1. atau no 2.
Yang jadi juara
Bagi saya itu suratan takdir,
Itulah pilihan Tuhan, yang ditentukan Tuhan
Entah dikatakan sah atau tidak
Curang atau tidak
Ya, memang harus seperti itu jalan nya
Sudah ditentukan oleh Tuhan
Kita hanya harus berdoa saja.
Pilih saja dengan bijak. Jangan lupa berdoa. Kalau perlu berpuasa. :p
Pilih dengan iman jangan dengan logika dan kemampuan daya pikir kita.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

July 7, 2014