Inilah sebuah Awal…

image

Lama, di awal waktu bergulir terasa terlalu lambat
Hingga tiba saat ini, rasanya menjadi terlalu singkat
Bukan untuk selamanya,
tapi tetap berat dan tak terangkat
” Pakailah topeng yang terbaik ”
Kata – kata itu melayang – layang diudara seperti hembusan udara dingin
Sedih itu tak boleh tampak…
Rasa gundah itu tak boleh ada dalam sorot mata….
Semua harus berjalan baik… Bahagia!
Berpura – pura tenang agar dapat benar – benar tenang,
Air mata harus tersimpan rapi dibalik kelopak
Menguncinya, dengan emosi yang dengan tertatih…
berusaha mencapai kata stabil
Menahan agar kelopak itu tak jadi hancur berantakan
oleh tekanan air di dalam nya…
Hanya perlu keyakinan… Ya. keyakinan.
Semua pasti berjalan lancar,
Lupakan rasa dan asa itu sesaat saja
Berat.
Ketika sadar dan terbangun dari mimpi,
bahwa matahari itu yang memberi kehidupan baru
Matahari dengan kehangatan sinarnya, terasa memeluk setiap saat
Matahari yang dapat selalu ada pada saat seperti apapun
Kini harus lenyap…. bukan selamanya….
tapi, kata itu gambaran rasa kalut tak tertahan kan… Matahari ku 
Matahari ku, tak pernah terlambat bersinar..
Dia tetap ada dengan kehangatannya, tapi…
lenyap dari pandangan mata…
Membuat dingin begitu mudah menusuk hingga sendi – sendi tak terlihat
Matahari itu, abadi cahayanya juga kehangatannya….
Melekat berkas sinarnya tepat di kornea mata…
YA…Aku tersihir mantra Sang Matahari…
Kini, perasaan itu akan terus meliputi,
Keinginan untuk memeluk matahari,
merasakan kehangatannya dan berkas sinarnya…
Tak peduli, sungguh tak peduli…
jika harus terbakar karena teriknya….
Biar,, biar aku terbakar….
dan menjadi abu, lalu lenyap bersamanya dengan tiupan angin….
Berhenti !!!!!!!!!! Tolong, segeralah berhenti !!!!
Sang waktu tak pernah punya telinga untuk setiap teriakan ku
Berikan aku waktu untuk tetap berada dalam pelukan matahari
Matahari yang menyinari ku,
saat aku berada dalam lubang terdalam yang dingin dan gelap gulita
Aku mencintai matahari ku, menyayangi matahariku
Tidak…. Tidak,,, bukan itu
Aku tidak mencintai nya dan tidak menyayanginya
tapi,,
Aku sungguh hanya mencintai nya dan menyayangi nya, matahari ku
Sungguh tak ingin ditinggalkan lagi dengan udara dingin itu
 Tapi, suara itu tertahan dan hanya meninggalkan seutas senyuman
Kini, setiap saat, aku perlu baju hangat ku, mantel ku,
dan baju ku yang paling hangat…
Saat melihat berkas – berkas sinarnya, terasa dingin menjalar ke seluruh tubuh
Membentuk setetes embun dingin,mengalir jatuh di pipi
Harus selalu berkata baik….
Agar sinar matahariku, tidak meredup
Hingga tiba saatnya,
Matahariku, ada selalu di sisiku
Merangkul dan mendekap dengan hangatnya ,,,
di setiap hembusan nafasku
Itulah Bahagia….

Dear My Sunshine….
Love u … Just the way u are….
#Big Hug 
Sept 1, 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s