Jika Kamu adalah Aku

Kita selalu punya kesamaan,
dan…selalu juga punya perbedaan
Ketika aku tertawa,
ada seringai tawa yang bukan sesungguhnya
dan aku tau ada kepalsuan membayangi nya…
Tawa mu itu adalah gambaran kepuasan,
karena kamu dapat melihat
kehancuran  dan kepedihan
mendalam dibalik setiap kebahagiaan ku
apa yang kamu anggap benar dalam logikamu
Tawa ini tak pernah dapat dipalsukan
Senyum ini juga tak dapat diibaratkan
Kebahagiaan yang selama ini kamu anggap sebuah lakon
Bahagia itu nyata
Merasuk hingga ke seluruh bagian terkecil organ tubuh ku
Itu.. itu adalah hal yang sebenarnya
tak akan pernah bisa kamu pahami
Kamu tak akan pernah tau 
Karena kamu bukan lah aku
Tak ada satu orang pun di atmosfer ini yang bisa menafsirkan aku
Tidak sama sekali, bahkan itu hanya sebuah fatamorgana
Kehidupan ku adalah sebuah sandiwara yang sempurna
begitu juga dengan kehidupan mu
namun kamu dan aku punya alur cerita berbeda
peran, latar belakang, skenario …dan yang terpenting
Kamu dan aku.. punya akhir cerita yang sangat jauh berbeda
Ya… sangat berbeda,
hingga tak satu pun bisa membayangkan nya…
tak seorang pun bisa menebak nya
bahkan menafsirkan nya
Inilah sebuah kenyataan yang pada akhirnya tak seorang dapat menyentuhnya
Kamu tak akan pernah bisa menjadi aku… begitu juga
Aku tak akan pernah bisa menjadi kamu,
aku pun tak akan pernah menginginkan nya
dan sanggup menjadi aku
Itu hanya kebohongan
obsesi mu belaka
kembalilah kepada Tuhan mu
DIA Sang Pencipta ,
tak akan pernah membiarkan keegoisan mu
alam semesta pun tau
Kamu hanya berusaha merebut iman ku
membutakan mata hati ku dengan segala narasi mu
membuat aku percaya,
bahwa kamu dapat menahkodai Tuhan
meskipun kamu dapat merebut nyawaku
tapi TIDAK imanku
Meskipun aku lemah dan tak berdaya ,
Tuhan selalu menggendong aku
ketika aku tak dapat berjalan
dan aku benar terlindung dari rupamu ,
yang terus memperdayai aku
Kamu yang terus menganggap bisa menjadi aku
sampai kapan pun
tak akan pernah ada lagi kata terbesit dalam nalar mu
karena kita begitu berbeda…
sungguh berbeda…
Kamu,
teruslah berjalan dengan semua logika dan keyakinan mu
dengan rasa benar mu di atas kemunafikan mu
dan jangan pernah salahkan
apa pun
siapa pun
kehidupan neraka dunia mu
Aku… kini telah menemukan sandaran tenang yang begitu hangat
bahu yang kuat,
tangan yang terus mencengkeram…
dan aku pergi dengan harapan bersama imanku…
Kamu bukanlah aku
Kamu tetap kamu
Aku tetap lah aku,
meski kamu pernah memperdayaku
tetapi
Kamu tetap tak bisa menjadi Aku
juga sebalik nya…

July19,2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s