Sekedar Bercerita

image

Moment akbar untuk tanah kelahiran saya
Pemilihan Presiden tanggal 9 Juli 2014
Seru berisik mencekam
Saya hanya melihat, mendengar, memperhatikan
Otak tidak mampu terlalu mengingat πŸ˜€
Euforia seperti Piala Dunia
Pemain Bukan berebut bola tapi berebut tahta
Keluarga, kerabat, teman, sahabat,
Semua tiba – tiba jadi pegawai pemerintahan
Ilmu politik di atas rata – rata
Piawai berargumen dan  berorasi,
Berdebat yang entah itu sah atau tidak
Saya hanya melirik tersenyum bergumam
Dari tukang sapu jalan sampai pengusaha
Mereka seperti berasal dari lembaga pendidikan yang sama
Bidang ilmu sama
Latar pendidikan sama
Dan dengan gelar sarjana yang sama
4 orang yang luar biasa menurut saya
Mereka pakai pelet susuk atau semacam nya
Semua orang dihipnotis
Saya!!????!!!???
Apa kabar dengan saya?
Tentu saja baik πŸ˜€
Saya hanya diam saja. Tak terlalu mengerti
Saya hanya tahu banyak foto berjejer di sepanjang jalan kenangan …. haha
Ada yang bilang saya smart
Ada juga yang bilang saya ini pintar cerdas pandai dannnn sebagainya
Tapi saya merasa saya biasa saja
Saya tidak semahir mereka yang entah diupahi berapa untuk menjadi juru bicara para capres dan cawapres
Pengetahuan dan wawasan saya dangkal,
Tidak seperti mereka yang luar biasa seperti Mama Lauren
Sayang, beliau sudah tidak ada… pasti akan lebih seru
Tahu siapa yang terbaik untuk masa depan
Meramalkan siapa yang akan menduduki tahta
Ya, meskipun belum tentu benar
Saya juga tidak pernah kenal dekat dengan 4 pejuang tanah air dadakan
Tidak satu pun dari mereka
Saya hanya tahu nama foto cerita
Dari televisi, koran, radio, sosmed
Dari tim sukses mereka yang tersebar di mana-mana di setiap saya menolehkan wajah
Melangkahkan kaki
Bahkan hanya sekedar mengobrol
Melihat poster sebesar rumah dengan tampang lucu (menurut saya) πŸ˜€
Koq saya malah tertawa yah, bukan nya kagum
Saya merasa wahh karena besar ukuran nya saja
Kata seseorang itu adalah “bentuk kesederhanaan”
Mungkin pencitraan kesederhanaan* (maksudnya)
*dapat kata ini dari para politikus dadakan
Tapi koq saya malah tertawa ya?
Ini bentuk reaksi spontan saya yang benar – benar “polos”
Satu -satunya penduduk Indonesia yang tidak punya tv dan tidak up to date soal ini (seolah-olah)
Satu lagi, sepertinya ingin terkesan keren saat fotonya di cetak lalu di publish atau di share,, jadi malah kaku dan mati gaya menurut saya
Tetap saja dari 4 orang trendsetter saat ini saya yang paling fotogenic (narsis)
Saya paling tidak suka memilih
Disuruh memilih apalagi
Kalo bisa pilih semua, ya saya pilih semua saja
Supaya adil , menurut saya
Indonesia kemudian dibagi menjadi 2 wilayah kekuasaan
Seperti Jerman atau Korea
Tapi tetap tidak bisa ya…. hmm
Sedih juga melihat moment seperti ini
Yang ada di posisi digonjang ganjing adem ayem saja
Para tim sukses malah saling cerca hina sikut kanan kiri
Pemilihan kali ini sudah tidak rahasia lagi
Demokrasi katanya (menjiplak kata – kata orang)
1 orang mempengaruhi yang lain
Dengan cara halal maupun haram
Haduh, saya makin tidak paham
Saya saja sampai saat ini tidak tahu harus pilih kubu mana
Coblos kiri atau kanan
No 1,2,3,4,5, atau ada nomor lain
Bagi saya , hati nurani itu paling penting
Tidak pernah salah suara hati kecil
Tapi, selama tidak terpengaruh suara – suara nyaring di sekeliling
Memilih itu hak
Tidak memilih juga suatu hak
Saya akan lebih senang dan tenang bila para pegawai pemerintahan yang dadakan itu
Tetap bersatu meski beda persepsi
Berdebat itu sah
Berpendapat itu sah
Yang tidak sah itu adalah permusuhan hanya karena moment seperti ini
Penting nya pelajaran PPKN pada saat saya di bangku SD benar terasa
Menghargai dan menghormati pendapat dan pilihan orang lain
Saling menghargai menghormati sesama manusia
Kalau mau memilih ya memilih saja
Jangan memprovokasi
Memaksa
Atau pun mempengaruhi
Dengan cara langsung tidak langsung sadar tidak sadar
Jangan terlalu merasa yakin dengan apa yang kita miliki
Pemahaman, pengenalan, pengetahuan, wawasan,
Karena semua tetap memiliki cacat di mata Tuhan
Meskipun saya tidak terlalu suka ketika harus memilih
Ya, saya tetap harus memilih memang dalam hidup ini
Mau no 1. atau no 2.
Yang jadi juara
Bagi saya itu suratan takdir,
Itulah pilihan Tuhan, yang ditentukan Tuhan
Entah dikatakan sah atau tidak
Curang atau tidak
Ya, memang harus seperti itu jalan nya
Sudah ditentukan oleh Tuhan
Kita hanya harus berdoa saja.
Pilih saja dengan bijak. Jangan lupa berdoa. Kalau perlu berpuasa. :p
Pilih dengan iman jangan dengan logika dan kemampuan daya pikir kita.

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

July 7, 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s