Filosofi Pohon Karet

image

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah renungan singkat yang sangat menarik
Sederhana, namun menggunggah hati
Setelah membacanya sepintas saja otak saya langsung berputar dan mulai menggelitik hati saya untuk turut ambil bagian.
Filosofi pohon karet….
Seperti filosofi pasir atau ada hal lain disana?
Cuplikan pernyataan ini membuat saya tertegun…

“Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah.”

Satu kata yang terlintas adalah ‘sulit…’
Hal ini mungkin hanya ada dalam penggalan kitab suci saja
Apa mungkin ada hal seperti ini dalam kehidupan nyata?
Rasanya hampir sama sekali tidak ada
Tapi, saya sangat ingin seperti itu
Melakukannya persis sama
Seperti pohon karet
Yang paling berguna dari dirinya adalah getahnya
Cara mendapatkan getah itu kita harus menyayat bagian batangnya berulang-ulang
Seperti itulah ia,,,
Yang meskipun ia dilukai berkali-kali
Ia tetap memberikan kebaikan untuk orang yang melukainya
Kita semua tahu kalau untuk mendapatkan getah dari pohon karet
Kita harus menyayat batang pohon karet itu berulang kali sampai getahnya keluar dari kulit batangnya
Getah itu justru bermanfaat bagi manusia
Bukannya membunuh dengan racunnya atau melukai manusia pada saat itu juga
Dapatkah saya melakukan hal yang sama?
Bagaimana dengan kamu?
Semua memerlukan proses, sama seperti pohon karet yang tumbuh semakin besar dan kuat hingga dia mampu menahan luka
Namun membalasnya dengan kebaikan
Demikian juga kita memerlukan proses pertumbuhan itu
Pertumbuhan jasmani terlebih rohani
Agar mampu membalas setiap luka yang kita alami dengan setetes kebaikan
Filosofi pohon karet ini adalah gambaran bagi kita
Baik bersosialisasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar
Kita akan sering merasa terluka atau dilukai
Filosofi ini mengingatkan kita bahwa hidup bukan sekedar memikirkan diri sendiri
Hidup bukanlah hanya untuk mementingkan diri sendiri
Bukanlah masalah tentang lebih baik saya dibuang daripada saya harus terluka
Tetapi akan lebih tepat lebih baik saya terluka daripada saya dibuang
Seperti pohon karet yang memilih terluka berulang kali namun berguna bagi sekitarnya
Dan dia tidak memilih dibuang karena dia takut terluka
Karena artinya jika dia dibuang, dia sudah tak berguna lagi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s