Just Talking

I can’t say anything
Until now and forever
But it can be messy if i just standing
And watching
Sorry, my English is too bad
Doesn’t like she or he
Well… I think they’re more expert than me
Oh My God,,,,
Let me know about something important
I called it confidence
Yes… it’s easy for a part of people
I just sit on the corner and wait a miracle
Okay, miracle likes little light
Form the candle or
From the sun!?
That’s not little
That’s a Big big light
And the light say bling…bling..bling
Oh,, no
I don’t know what I’m talking about
Ok, sorry
Just talking
Maybe someday I will introduce about myself
Or maybe for ten minutes
I’ll try to make some explanation
Ya, something like that..
LOL (laugh out loud)
Nice to know you 😉

Firasat

image

Jarum jam berdetak terlalu cepat
Sebentar lagi dia akan jatuh dan hancur
Sekilat cahaya
Itu terjadi
Dia jatuh
Tak terselamatkan
Ya… sama seperti hari ini, esok, lusa…
Bahkan hari kemarin
Aku  telah melihat siratan isyarat nya
Terabaikan
Atau mungkin kuabaikan
Terinjak di bawah rongga kepala
Ini firasat
Semua menyebutnya begitu
Selalu tertepis oleh usaha
Usaha pembahagia diri
Kemarin yang lalu dan yang sudah
Terlambat firasat menyadarkan diri
Tahu ini akan terjadi
Mengerti bahwa semua memang
Harus
Dan akan terjadi
Seandainya cepat kusadari
Ini lebih tajam dari suara hati
Akan kuhentikan waktu
Agar dia tetap di sana
Di tempatnya
Tak perlu jatuh hancur
Aku tetap diam tenang
Tersenyum terpejam mata
Menyeringai bangga
Firasat yang tak akan lagi terbantahkan
Takkan kuabaikan
Agar diri menjadi lebih siap kuat
Bertahan berdiri
Bahkan mampu menghentikan putaran jarum jam
Agar dia tak terjatuh…. lagi…
Firasat…..

Mengetahui Mengerti

image

Mana yang lebih baik
Tahu banyak tapi mengerti sedikit atau
Tahu sedikit tapi mengerti banyak?
Hidup hanya dipenuhi pertanyaan
Pertanyaan yang hanya sekedar ingin tahu
Sayangnya, bukan untuk mengerti
Bukankah cukup waktu
jika cukup dengan satu kata jawaban
Kita telah mengerti banyak
Tapi, itu hal yang mustahil
Harus berlembar-lembar susunan kata agar kita dapat mengerti
Tahu banyak, tapi mengerti sedikit
Sama dengan tak mau memahami
Tahu sedikit, tapi mengerti banyak
Terkesan tidak peduli karena tak ingin tahu
Mungkin lebih baik saat ada kata cukup
Cukup mengetahui dan cukup mengerti
Pertanyaan yang cukup untuk mengetahui
Pernyataan yang cukup untuk dimengerti
Bukan masalah hal apa yang kamu tekuni
Tapi hasrat dan kesenangan apa yang bisa memuaskan batinmu
Banyak tahu tapi sedikit mengerti….
Adalah sebuah bentuk keterpaksaan karena alasan
Sedikit tahu tapi banyak mengerti
Mungkin jiwa ikhlas yang menerima keadaan saat ini
Tak ada salah keduanya
Untuk mengerti kamu perlu mengetahui
Untuk mengetahui haruslah kamu mengerti

Kata-kata Ajaib

image

“Nyata …. mimpi…. nyata…. mimpi…. ” ini benar-benar sulit dipercaya.

Haloooo!!!!! My name is Gabriella. Just call me Gabe or Gaby. I’m 26 years old. I like listen music, playing guitar and make origami. I live in …… bla bla bla
Di hari pertama kuliah harus memperkenalkan diri dengan Bahasa Inggris. Hal yang seru! 

Kalian harus tahu, kalau hari ini bukan terjadi begitu saja. Tidak terjadi juga dengan mudah sekejap mata. Ini sebuah mimpi yang sungguh jd kenyataan. Semua hal yang dijalani dan terlewati ini yang buat seorang Gaby mengenal sebuah kata ajaib. Sulit percaya. Tapi, itu benar punya kekuatan yang luar biasa. Jadi seorang mahasiswi di sebuah kampus yang cukup bergengsi adalah sebuah doa, ya… salah satu doa yang dijawab setelah bertahun-tahun menanti. Tak seindah yang terbayang. Kampus, teman kampus, dosen, gedung megah, buku – buku tebal yang bikin keren. Heum…. bukan itu faktanya.  Jauh di luar itu ada banyak hal yang diluar jangkauan pemikiran. Tak terbayangkan oleh nalar kemanusiaan.

Hay temans! Saya Gaby,,, diatas itu cuma prolog yah,,, cerita nya… baru dimulai sekarang. Ready? Go!!!!

Kamu tahu apa yang dimaksud dengan di luar nalar kemanusiaan? Itu hanya kata yang diperindah. Intinya sih, ga semua yang kamu bayangin itu sama dengan fakta di lapangan. Yes, setidaknya sebagian dari kita tau kalau yang baru saya tulis itu adalah klise. Saya bekerja. Loh!? Kenapa soal kampus dll?! Sebentar,… sabar….. Saya bekerja dan saya juga menjalani study di sebuah kampus yang cukup terkenal. Saat pertama kali tak terpikir kalau perjalanannya akan seberat dan sesulit yang dijalanin. Finansial, mental, fisik, yang terutama hati alias tekad. Siap apa enggak dengan konflik hati yang terjadi selama waktu berjalan.

Semester 1……
Antusias…. cuma dihari pertama. Hahahaaa…. Yes. It’s true! Ga kebayang banget kalo hari pertama aja cuma dipake buat nongkrong dan ngobrol dan mondar mandir gak jelas. Bukan cuman hari pertama, hal yang sama harus berlangsung sampai 2 pekan. Hidup ini harus terus belajar. Sama halnya dengan yang terjadi dengan Gaby.
“Hidup ini memang harus terus belajar ya!?” bisik Gaby dalam hati.  Kaya hari ini nih dan kemaren-kemaren! Belajar menunggu, belajar sabar, belajar arsitektur kampus, belajar jalan dari parkiran ke ruang kelas, belajar menilai orang yang lewat depan mata. Semuanya harus dipelajari, karena kelamaan nunggu dosen yang ga jelas entah apa yang terjadi.

Tapi bersyukurlah Gaby, dengan latihan kesabaran, akhirnya semua berjalan juga dengan semestinya. Hehe…. dipertengahan jalan, Gaby beberapa kali pengen banget give up. Tapi, niat awalnya memang udah bulat. Jadi, walau berat tetap aja dia bertahan. Semua lancar…. Sampai tiba saatnya buat ujian akhir semester. Pekerjaan yang super sibuk. Tepatnya, tiba super sibuk bersamaan dengan waktu ujian.

Depresi ,,, hampir. Tapi, pada hari Minggu sore saat ibadah, Pendeta pembawa firman bicara tentang sebuah kata yang bisa jadi kata-kata pamungkas menurut Gaby. “Dalam Nama Yesus”. Khotbah malam itu benar-benar membekas dalam  ingatan Gaby. Hingga hari ujian pun datang. Bahan yang bertumpuk sebagai bahan ujian sungguh diluar kemampuan Gaby. “Waduh, yang bener aja ini dosen, orang kerja masih harus ngapalin segini banyak?!” keluh Gaby dalam hati. Meskipun demikian, Gaby terus berusaha mencuri waktu untuk belajar. Do the best.

Saat ujian pun tiba. Saat akan memulai. Gaby teringat dengan khotbah malam itu di gereja. Sejak saat itu Gaby selalu memulai ujian nya dengan kata ajaib yang dia anggap pamungkas. Selama 1 pekan ujian. Kata – kata itu selalu menjadi kata pembuka. Terkadang, Gaby tidak yakin dengan apa yang dia kerjakan, ragu, merasa kurang maksimal. Kata-kata ajaib itu terus dia ucapkan. Dalam hati dia berkata. Tuhan tidak akan mempermalukan anak-anakNya.

Ujian selesai, tinggal menunggu hasil nya…..
Tararararaaaaaaaaa……… OMG !!!! Satu per satu nilai mulai keluar.
2 mata kuliah hasilnya luar biasa…. sangat memuaskan… Setelah beberapa hari, semua nilai pun keluar…. Gaby sangat terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dapat. Semua nilai nya A, dengan IP 4. Sempurna!!!!!!!!
Luar biasa! pikir Gaby.
Bagaimana mungkin, mustahil. Rasanya selama ini dia belajar seadanya tanpa pontang panting.
Beberapa hari dia masih tidak percaya dengan apa yang dia peroleh. Sampai suatu saat dia teringat dengan kata – kata ajaib miliknya.
“Wah! Benar itu pasti karena kata ajaib itu!” teriak Gaby dalam hati.
Sungguh kata-kata yang luar biasa.
Kata -kata ajaib “Dalam Nama Yesus!”
Dan saya tidak dipermalukan. Bisik Gaby dalam hati.
Mulai saat ini sampai kapan pun.
Inilah kata-kata ajaib seorang Gaby
“DALAM NAMA YESUS”