When it came time for silence
Yes that’s right time
The others are silent because keeping secrets
Do not care and do not want to know
I was silent because I was stupid
I am wrong
I am sin
Because the tongue is too much to say
This tongue pierced me very deep
Hurt and feelings of other creatures
Disappointing their patience
As if patience is not limitless
I equate them with me
Although the injured will survive
Because affection
Stupid? Yes .. I am idiot
But now I pray that trained
Broken tongue
So that no false word spoken
From the lips of pseudo

Saya tahu akan ada 1 orang bahkan ribuan orang yang membaca ini
Mungkin akan semakin mengerti
Bisa juga akan semakin sulit memahami
Semakin yakin bahkan semakin ragu
Entah perasaan mana
Seharusnya jika tidak yakin katakan sejak awal
Jangan melakukan hal yang tampak keji
Saya tahu saya ini sempurna karena Tuhan menciptakan saya memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan lain seperti hewan dan tumbuhan
Dan saya berharga sampai kapan pun di mata Tuhan
Tapi untuk sebagian orang saya ini tak lebih dari cibiran
Mereka yang menyebut dirinya hina di depan saya atau kepada saya
Sesungguhnya melontarkan itu pada saya, sayalah yang hina
Yang berkata mereka tak layak
Adalah untuk saya
Sesungguhnya saya lah yang tak layak untuk mereka
Saya tak selevel dengan mereka semua yang ada di atas , jauh di atas saya… saya terlalu kerdil. Tak akan sanggup menjangkau mereka.
Marah? Tidak.
Alih – alih menjaga perasaan saya
Mereka berkata antonim
Kenapa? Saya memang makhluk kecil renta tak berguna di hadapan sesama
Memang tidak semua melihat yang kasat mata
Tak ada apa pun yang saya miliki. Tak ada.
Saya hanya punya jiwa dan roh.
Semua yang saya pakai titipan dari Tuhan.
Saya bukan orang kaya dan terpandang. Saya tidak terlalu pintar. Saya sering sekali melakukan banyak kesalahan. Saya sering meminta maaf atas kesalahan saya dan saya terkadang mengulangnya lagi. Banyak janji yang belum bisa saya tepati.
Kalian akan melihat saya sebagai orang yang selalu berpikiran negatif, pesimis, putus asa, rendah diri.
Sebagian orang berkata, mindset saya pola pikir saya akan membuat hidup saya tidak sejahtera, tidak bahagia.
Terkadang saya merasa. Saya rendah dan sangat rendah. Saya minder ketika orang datang dan pergi sesuka hati mereka. Membenarkan sejumlah asumsi saya. Tanpa kepastian nyata. Membiarkan saya menjadi orang yang berburuk sangka
Saya berperang sendiri dengan kesedihan dan perasaan bersalah juga penyesalan.
Kalian tahu apa yang telah kalian bentuk dalam hati saya?
Saya akan buktikan saya kuat dan istimewa pada diri saya sendiri.
Terima kasih untuk perasaan ini. Pendewasaan ini.
Semua teknik kalian saat menginjak perasaan dan harga diri saya.
Terima kasih telah menorehkan penyesalan dalam dan perasaan bersalah dalam diri saya
Saya bahagia kini. Duri telah keluar sedikit demi sedikit. Semoga setiap tetesan air mata saya adalah kebahagian untuk kalian semua.
Dendam? Iya. Tapi itu telah terkikis oleh kasih sayang yang saya terima dari orang yang benar – benar tulus di sekitar saya.
Ikhlas? Tidak. Saya manusia yang sulit untuk ikhlas, saya mengakui. Tetapi, doa ibunda membalut luka di hati saya yang tanpa disadari membuat saya merelakan
Sahabat saya adalah sosok yang tak pernah bisa menghargai, yang akhirnya dicampakan oleh orang yang selalu menghargai dia namun tetap diam. Itulah keadilan manusia.
Sebuah tes psikologi seorang teman memberikan saya sebuah arti yang memang tidak 100% benar tapi ada benarnya.
Satu hal
Kupu – kupu yang kini indah
Bukankah kalian semua membenci mereka dulu
Saat mereka masih ulat. Seperti penyakit.
Dia tertatih diam merangkak hanya untuk makan supaya dapat bertahan hidup
Kalian membunuh mereka
Menyemprot dengan pestisida, menginjaknya dengan sepatu mahal, membuangnya ke tempat sampah, melemparnya ke selekon berharap dia terbawa arus saat hujan dan mati
Tanaman kalian tetap indah kan?
Apakah sepuluh tanaman kalian mati? Tidak. Dia hanya memakan 1 tanaman mungkin.
Bahkan dia belum sempat menghabiskan sehelai daun.
Apakah dia bukan ciptaan Tuhan?
Saat telah menjadi kupu – kupu, kalian mengejarnya, menjaringnya, memasukannya dalam botol kaca… hanya memamerkannya, menontonnya tanpa memberinya makan, memainkannya saat dalam botol kaca sampai dia hampir mati… namun dia tetap indah,
Kalian melepaskannya saat dia tak sanggup lagi untuk terbang, dia sendiri tertatih mengepak sayap indahnya
Sementara itu, kalian akan pergi menjaring kupu – kupu lain yang lebih indah kan? Di taman lain mungkin dengan cara lain. Yang sebelumnya kalian lihat dari kejauhan. Kalian tak ingin botol kaca itu kosong.
Itulah saya. Iya. Saya yang selama ini ada di dalam pikiran kalian yang selama ini dapat mengenal saya dengan kasat mata.
Tak seperti kebanyakan orang yang hanya melihat saya seperti merpati yang bebas terbang, bebas menentukan jalan hidupnya. Tapi kalian harus tahu bahwa merpati dan anjing memiliki kesamaan. Mereka setia.
Sejauh apapun merpati itu terbang dia selalu dapat kembali ke pasangannya.
Selama apapun dia harus menunggu, meskipun dia harus mati, dia tetap menunggu kedatangan tuannya.
Jangan terlau memasukan dalam hati. Ini hanya semburat dari seorang sahabat
Jika kalian merasa, atau kamu merasa. Cukup diam. Seperti biasanya. Semua manusia berubah. Iya. Mereka benar. Dan hati yang paling cepat berubah. Dan terkadang perubahan yang terlalu cepat menyisakan penyesalan. Mungkin sebagian berpikir terlalu cepat. Tapi celaka sudah ketika kalian menyimpan terlalu lama dalam diam. Bukan hanya 1 orang yang akan terluka. Dirimu sendiri yang akan paling terluka. Tanpa kalian sadari.
Abaikan saja tulisan yang kurang penting di atas.
Saya hanya ingin membagi kisah seorang sahabat dan opini saya, bahwa hidup ini memang penuh warna.
Hidup bukan sekedar meme atau quote semata.
Hidup adalah apa yang sedang kita jalani sekarang. Meskipun terkadang hal itu muncul karena memang ada benarnya.
Setiap baris huruf di atas tidak untuk dimengerti. Sama halnya dengan setiap apa yang terjadi dalam hidup kita. Hanya jalani saja.
Sedikit selipan meme untuk sahabat saya… yang benar dia itu tulus, dan entah dengan mereka yang mengaku tulus karena ternyata mereka akhirnya pergi begitu saja setelah menyakiti. Sedikit mirip dengan benda yang ada di supermarket sahabat saya ini… hehe.. maaf ya saya bercanda.. 😀

image

Tepat Bukan Salah

Hari ini, saya menyadari tentang pentingnya sebuah pilihan
Hidup adalah pilihan
Ikuti kata hatimu
Itu adalah beberapa kalimat atau petuah yang begitu sering kita dengar.
Hidup mengajarkan kita tentang segala hal yang ada di luar pemikiran – pemikiran kita.
Semua orang yang Tuhan pertemukan dengan kita punya peran masing – masing
Ada yang diutus untuk menghibur kita, memberikan nasehat, sekedar menemani, bahkan menyakiti kita.
Ketika kita diijinkan oleh Tuhan bertemu dengan orang yang mengecewakan atau menyakiti hati kita. Orang utusan itu bukan orang yang salah.
Ketika mendengar orang melontarkan sebuah ungkapan yang berkata demikian : ” kita dipertemukan dengan orang yang salah sebelum dipertemukan dengan orang yang tepat”
Saya akan selalu memperingatkan diri sendiri
Setiap orang yang hanya singgah dihidup saya.. dan menorehkan luka di hati saya bukan karena mereka orang yang salah
Mereka orang yang tepat yang Tuhan utus untuk membentuk hati dan pikiran kita
Jangan pernah mengatakan sebuah kesalahan, orang yang salah atau pertemuan yang salah
Semua sudah ada dalam rencana Sang pencipta
Apakah hak kita membuat orang menjadi menyalahkan dirinya sendiri saat kita melontarkan kalimat itu…
Alih – alih sebuah kata motivasi agar membuat tersadar tetapi itu hanya sebuah bentuk lain kalau kita menyalahkan orang itu…
Itu adalah hal yang membuat kita menjadi orang yang pandai memutar kata bersilat lidah…

Someday

One day these feelings may be lost
Hard to be the bad girl heartless
Want to go to disappear
But could not
If we are born with a good heart
Forever will always be so
Do not know why
Can not stop thinking about him
Happier without me there
Some day
Yes … one day
I wish there was another figure I found
To delete all about people
That is in my past
Happy without any reason
Some day
I will disappear from your life
Not my will but that time
We live without regard to each other
Some day
He would never find his way back to me
Despite the strong desire
One day … I have been out of reach
I waited a day
When I do not say that I will disappear
But I had disappeared and could not be found
Without adieu, and without a word of apology ….
One day ….

image

Hard to Explain

Who knows the feeling of this
Only God …
I never quite adept to explain
Sometimes I do not care when people say that I am very stupid
Still love him who loved others
Expect him back who never intend to come back to me
Every day feels heavier
Not getting lighter
Endless regret
Regret not because they can not stop loving
But because of the way I love him fault
Why do I still hope after the betrayal that he did?
Is this really a sincerity
Which he considered a folly
Or just a sense of not wanting to lose
This time, the right moment like this
Who knows how long, will always be the toughest day
Will never be forgotten
Although this heart and you ripped to shreds no trace
Why hate that never last long?
God knows that I still love, cherish and expect
All the words were spoken of him as the fact that the opposite
Instead he despised
Rather he is unfit for me
But I feel contemptible and unworthy of him
He truly unattainable
I feel like a failure
Failed to make him fall in love again
Failed to make him happy
And now he leaves a wound that will never be erased by time
Whether the feeling of what this
I still want to wait for him to come back in my arms
In front of everyone I’m good at lying and pretending
Only God, yes … only to God I can not lie
Up whenever I could never understand
How could he just dumped me
Choose another and leave me
And he still can say
“I love you”
Make me hurt and regret getting in….

image

Sometimes

Cool

Reject Reality

And sometimes it still hurts.
Sometimes I still feel the lingering sting of it all,
a memory long gone, slowly fading, but still within sight.
And sometimes I have nightmares about you
that give me shivers and cold sweats,
the image of your screaming face still imprinted in my mind.
But you were poison oak and my skin was much too fragile
to make it out unscathed.
And sometimes I can still feel the bruises you left behind,
jamming my fingers into them,
as they weep like tiny stab wounds.
And I am left here,
still trying to wipe your name from my tongue,
and oh how bitter it tastes.

View original post