Saya tahu akan ada 1 orang bahkan ribuan orang yang membaca ini
Mungkin akan semakin mengerti
Bisa juga akan semakin sulit memahami
Semakin yakin bahkan semakin ragu
Entah perasaan mana
Seharusnya jika tidak yakin katakan sejak awal
Jangan melakukan hal yang tampak keji
Saya tahu saya ini sempurna karena Tuhan menciptakan saya memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan lain seperti hewan dan tumbuhan
Dan saya berharga sampai kapan pun di mata Tuhan
Tapi untuk sebagian orang saya ini tak lebih dari cibiran
Mereka yang menyebut dirinya hina di depan saya atau kepada saya
Sesungguhnya melontarkan itu pada saya, sayalah yang hina
Yang berkata mereka tak layak
Adalah untuk saya
Sesungguhnya saya lah yang tak layak untuk mereka
Saya tak selevel dengan mereka semua yang ada di atas , jauh di atas saya… saya terlalu kerdil. Tak akan sanggup menjangkau mereka.
Marah? Tidak.
Alih – alih menjaga perasaan saya
Mereka berkata antonim
Kenapa? Saya memang makhluk kecil renta tak berguna di hadapan sesama
Memang tidak semua melihat yang kasat mata
Tak ada apa pun yang saya miliki. Tak ada.
Saya hanya punya jiwa dan roh.
Semua yang saya pakai titipan dari Tuhan.
Saya bukan orang kaya dan terpandang. Saya tidak terlalu pintar. Saya sering sekali melakukan banyak kesalahan. Saya sering meminta maaf atas kesalahan saya dan saya terkadang mengulangnya lagi. Banyak janji yang belum bisa saya tepati.
Kalian akan melihat saya sebagai orang yang selalu berpikiran negatif, pesimis, putus asa, rendah diri.
Sebagian orang berkata, mindset saya pola pikir saya akan membuat hidup saya tidak sejahtera, tidak bahagia.
Terkadang saya merasa. Saya rendah dan sangat rendah. Saya minder ketika orang datang dan pergi sesuka hati mereka. Membenarkan sejumlah asumsi saya. Tanpa kepastian nyata. Membiarkan saya menjadi orang yang berburuk sangka
Saya berperang sendiri dengan kesedihan dan perasaan bersalah juga penyesalan.
Kalian tahu apa yang telah kalian bentuk dalam hati saya?
Saya akan buktikan saya kuat dan istimewa pada diri saya sendiri.
Terima kasih untuk perasaan ini. Pendewasaan ini.
Semua teknik kalian saat menginjak perasaan dan harga diri saya.
Terima kasih telah menorehkan penyesalan dalam dan perasaan bersalah dalam diri saya
Saya bahagia kini. Duri telah keluar sedikit demi sedikit. Semoga setiap tetesan air mata saya adalah kebahagian untuk kalian semua.
Dendam? Iya. Tapi itu telah terkikis oleh kasih sayang yang saya terima dari orang yang benar – benar tulus di sekitar saya.
Ikhlas? Tidak. Saya manusia yang sulit untuk ikhlas, saya mengakui. Tetapi, doa ibunda membalut luka di hati saya yang tanpa disadari membuat saya merelakan
Sahabat saya adalah sosok yang tak pernah bisa menghargai, yang akhirnya dicampakan oleh orang yang selalu menghargai dia namun tetap diam. Itulah keadilan manusia.
Sebuah tes psikologi seorang teman memberikan saya sebuah arti yang memang tidak 100% benar tapi ada benarnya.
Satu hal
Kupu – kupu yang kini indah
Bukankah kalian semua membenci mereka dulu
Saat mereka masih ulat. Seperti penyakit.
Dia tertatih diam merangkak hanya untuk makan supaya dapat bertahan hidup
Kalian membunuh mereka
Menyemprot dengan pestisida, menginjaknya dengan sepatu mahal, membuangnya ke tempat sampah, melemparnya ke selekon berharap dia terbawa arus saat hujan dan mati
Tanaman kalian tetap indah kan?
Apakah sepuluh tanaman kalian mati? Tidak. Dia hanya memakan 1 tanaman mungkin.
Bahkan dia belum sempat menghabiskan sehelai daun.
Apakah dia bukan ciptaan Tuhan?
Saat telah menjadi kupu – kupu, kalian mengejarnya, menjaringnya, memasukannya dalam botol kaca… hanya memamerkannya, menontonnya tanpa memberinya makan, memainkannya saat dalam botol kaca sampai dia hampir mati… namun dia tetap indah,
Kalian melepaskannya saat dia tak sanggup lagi untuk terbang, dia sendiri tertatih mengepak sayap indahnya
Sementara itu, kalian akan pergi menjaring kupu – kupu lain yang lebih indah kan? Di taman lain mungkin dengan cara lain. Yang sebelumnya kalian lihat dari kejauhan. Kalian tak ingin botol kaca itu kosong.
Itulah saya. Iya. Saya yang selama ini ada di dalam pikiran kalian yang selama ini dapat mengenal saya dengan kasat mata.
Tak seperti kebanyakan orang yang hanya melihat saya seperti merpati yang bebas terbang, bebas menentukan jalan hidupnya. Tapi kalian harus tahu bahwa merpati dan anjing memiliki kesamaan. Mereka setia.
Sejauh apapun merpati itu terbang dia selalu dapat kembali ke pasangannya.
Selama apapun dia harus menunggu, meskipun dia harus mati, dia tetap menunggu kedatangan tuannya.
Jangan terlau memasukan dalam hati. Ini hanya semburat dari seorang sahabat
Jika kalian merasa, atau kamu merasa. Cukup diam. Seperti biasanya. Semua manusia berubah. Iya. Mereka benar. Dan hati yang paling cepat berubah. Dan terkadang perubahan yang terlalu cepat menyisakan penyesalan. Mungkin sebagian berpikir terlalu cepat. Tapi celaka sudah ketika kalian menyimpan terlalu lama dalam diam. Bukan hanya 1 orang yang akan terluka. Dirimu sendiri yang akan paling terluka. Tanpa kalian sadari.
Abaikan saja tulisan yang kurang penting di atas.
Saya hanya ingin membagi kisah seorang sahabat dan opini saya, bahwa hidup ini memang penuh warna.
Hidup bukan sekedar meme atau quote semata.
Hidup adalah apa yang sedang kita jalani sekarang. Meskipun terkadang hal itu muncul karena memang ada benarnya.
Setiap baris huruf di atas tidak untuk dimengerti. Sama halnya dengan setiap apa yang terjadi dalam hidup kita. Hanya jalani saja.
Sedikit selipan meme untuk sahabat saya… yang benar dia itu tulus, dan entah dengan mereka yang mengaku tulus karena ternyata mereka akhirnya pergi begitu saja setelah menyakiti. Sedikit mirip dengan benda yang ada di supermarket sahabat saya ini… hehe.. maaf ya saya bercanda.. 😀

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s