Masih gelap…. entah memang terlalu pagi, atau saya saja yang sudah gelap mata, sehingga rasanya terlalu pagi…
Teringat saja ucapan seorang teman, mungkin lebih tepatnya cerita..
Saat kami duduk berdampingan dan berlalu seorang wanita dewasa, sepertinya usianya masih muda, lebih muda dari usia saya.. teman saya bilang, wanita itu belum menikah dan menutup diri terhadap laki – laki.. jadi intinya wanita itu memilih untuk tidak menikah.. hmm luar biasa.. mungkin selibat ya, mirip seperti biarawati
Wanita itu bilang laki-laki semua sama saja.. *iyah bener, kalo beda ya berati perempuan.. hahaaa
Saya jadi berpikir., ternyata ada wanita yang berpikir dan mengambil keputusan seperti itu. Memang apa yang sudah di lalui sampai seperti itu… bukankah manusia diciptakan berpasangan.. hmm
Ahh, rasanya tidak masalah keputusan wanita itu, selama dia bahagia dan berguna untuk orang di sekelilingnya, sah-sah saja yang mereka lakukan. Toh, hidup ini pilihan. Setiap konsekuensi ya ditanggung masing-masing pribadi. Yang terpenting, jangan sampai pilihan kita itu menyebabkan sebuah konsekuensi yang harus ditanggung orang lain juga apalagi sampai bikin orang merugi bahkan sakit hati. Dijamin ga bakalan tenang deh seumur hidup, biarpun sok ga terjadi apa-apa. Sok damai hidupnya ga ada pikiran apa-apa. Padahal kita ga tau aja, kalau secara tidak sadar, ada hal yang lebih merusak diri, menggerogoti. Lebih dari orang yang kita buat merugi atau sakit karena pilihan ego kita. Alih-alih demi kebaikan, padahal segala sesuatu yang kita putuskan sebagian besar ego kita dan untuk kebaikan hidup kita sendiri. Jadi, rasanya keputusan untuk tidak menikah atau tidak mau menikah hanya sekedar keputusan manusiawi. Semua tetep ada dalam kuasa Sang Pencipta.  Saya tidak berhak bilang keputusan wanita itu benar atau salah. Saya hanya bisa bertanya kenapa, lalu berperang sendiri dengan logika dan perasaan saya. Mungkin teramat besar kecewa dan pengkhianatan yang dia alami. Yah… wajar lah kalau begitu..,
Miris dan sedikit ironis, tapi inilah kenyataan hidup
Maka bahagialah tapi jangan terlalu bahagia, karena sangat mungkin bahagia kita itu hasil merampas sedikit bahagia milik orang lain,,, keji rasanya bahagia yang hanya sedikit itu kita rampas, sementara kita terlalu bahagia..
Bersedihlah secukupnya, karena sangat mungkin, sedih itu Tuhan ganti dengan bahagia yang luar biasa tanpa mengambil secuil pun kebahagiaan orang lain..
Berbahagia di atas kepedihan orang lain, mengambil sedikit harapan orang lain… seperti menyambut karma semasa di dunia….
Mungkin karena hal itu, wanita yang kami lihat mengambil keputusan yang cukup mengundang tanya…
Ahhh… saya jadi ngelantur… sudahlah… semoga wanita itu benar bahagia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s