Betapa pun kita berusaha baik
Kita akan tetap salah
Di mata mereka yang tidak dengan benar mengenal kita
Melangkah saja
Seperti yang tak pernah kehabisan cinta
Jangan pikirkan apapun
Nikmati saja alurnya

hmm … looks like I prefer to fall in love at any time in the same person ,
I do not care, I remembered or not ,
although thousands of people shouting that I ” dumb ” in my ear
The only way that I know .. I have been able to survive …
because the greatest thing I can do , which is not for all human
Love who has been hurt and go
without hurting and breaking the flow of another life … or happiness of another woman
Stupid ? Yes … I was stupid … but ,
by being stupid I’m happy ..

Self Injury / Self Harm

SHSH-Logo-blank

Bagi kebanyakan orang, tindakan melukai diri sendiri, seperti melukai tangan dengan silet lalu melihat darah yang mengalir merupakan hal yang mengerikan. Akan tetapi sebagian orang justru menikmati tindakan tersebut dan menggunakannya sebagai media pelepasan emosi. Tindakan melukai diri sendiri dikenal dengan self injury.

Definisi Self Injury

Self injury atau self harm merupakan kelainan psikologis di mana seseorang dengan sengaja melukai diri sendiri. Aktivitas self injury dapat berupa mengiris, menggores, melukai, membakar kulit, dan mememarkan tubuh. Pada tingkat yang lebih akut, penderita dapat mematahkan tulang mereka sendiri dan menyuntikkan racun ke dalam tubuh.

Dengan kata lain, self injury merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri yang digunakan seseorang untuk mengatasi rasa sakit secara emosional, kekosongan diri, kesepian. Dengan melukai diri sendiri, maka seseorang merasa rasa sakitnya berkurang, meskipun ia sadar bahwa itu hanya untuk sementara. Karena pelaku “menikmati” tindakan tersebut, maka self injury dilakukan secara berulang dan menyebabkan kecanduan.

Self Injury Berbeda Dengan Bunuh Diri

Berbeda dengan tindakan bunuh diri, self injury dilakukan untuk melepaskan emosi yang tidak dapat diungkapkan. Melukai diri dilakukan untuk mengurangi ketegangan, euforia, kemarahan, depresi, kesepian, kehilangan, dan memuaskan keinginan untuk menghukum diri sendiri. Penderita merasa tenang dan “nyaman” setelah menyakiti diri.

Penyebab Self Injury

Berikut beberapa pemicu tindakan self injury :

  1. Merasa putus asa dan tidak tahu ke mana harus mencari bantuan. Karena merasa tidak berdaya, dengan menyakiti diri sendiri seseorang merasa lebih terkontrol.
  2. Perasaan marah yang tidak tertahankan. Perasaan tersebut membuat seseorang berpikir dengan melukai diri dapat mengurangi ketegangan yang dirasakan.
  3. Perasaan bersalah atau malu yang tidak tertahankan. Menyakiti diri sendiri menjadi cara untuk menghukum diri sendiri.
  4. Merasa terpisah antara dunia dan tubuhnya. Menyakiti diri sendiri bisa menjadi cara untuk mengatasi pengalaman menyedihkan seperti trauma atau pelecehan serta menghindari rasa sakit ketika mengingat pengalaman tersebut.

Self Injury Dianggap Sebagai Aksi Cari Perhatian

Saat penderita sedang merasa “down”, kecewa, atau kurang percaya diri, ia akan melukai dirinya. Meskipun ia sadar tindakan pelarian tersebut hanya bersifat sementara dan tidak dapat mengatasi masalah. Bila tidak diatasi sesegera mungkin, maka akan terjadi peningkatan frekuensi dan tingkat kerusakan fisik yang ditimbulkan akibat tindakan tersebut.

Masyarakat umum menganggap tindakan self injury merupakan tindakan cari perhatian. Padahal dalam kenyataanya, pelaku justru menutupi keadaan mereka. Menggunakan baju lengan panjang untuk menutup luka di tangan misalnya. Selain itu mereka akan menghindar jika orang di sekitarnya mulai curiga pada luka-luka yang ditimbulkan akibat tindakan self injury.

Beberapa Tipe Self Injury

  1. Major Self Mutilation

Merupakan tindakan melukai diri yang menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, di mana kerusakan tersebut tidak dapat diperbaiki seperti semula.

  1. Streotypic Self Injury

Tipe ini bersifat berulang. Contoh tindakan yang dilakukan antara lain mengiris tangan, membenturkan kepala, membuat lebam. Penderita tipe ini memiliki kelainan syaraf seperti autism atau tourette syndrome.

  1. Superficial Self Mutilation

Tipe ini adalah tipe yang paling banyak dilakukan. Superficial Self Mutilation terbagi lagi menjadi 3 subtipe, antara lain kompulsif, repetitif, dan episodik. Pada tipe kompulsif, biasanya dilakukan bukan untuk mencapai pelepasan tapi lebih sebagai kompulsi. Sedangkan pada Repetitif, self-injury sudah dianggap sebagai bagian yang krusial dalam kepribadian pelaku. Dan Episodik lebih kepada episode dimana self-injury bermanifestasi pada waktu-waktu tertentu.

Untuk menolong penderita self injury, adalah dengan menjadi tempat berkeluh kesah, mendengarkan cerita mereka dan membantu masalah yang mereka hadapi. Untuk mengatasi kebiasaan melukai diri, dibutuhkan bantuan terapis atau professional.

Sumber :

Kompas, MayoClinic, Wikihow, http://psikologid.com/self-injury-sebagai-pelampiasan-emosi/

Pagi ini dingin begitu menusuk
Entah kapan raga ini akan terbangun
Seperti hidup di bawah kutukan manusia
Kutuk dari segenggam harapan
Mimpi buruk
Selalu melintas tanpa isyarat
Tak akan pernah saya mengenal damai
Hidup sejahtera akan enggan menghampiri saya
Pikiran – pikiran ini atau pun itu
Seandainya tersimpan dulu kecewa itu
Semua tak kan terjadi tanpa alasan
Alasan itu kini telah menjadi nyata
Jadi salahkah pemikiran ini dan itu
Jika semua telah menjadi fakta
Berhak kah saya menerima kutuk
Dari makhluk ciptaan lainnya

Pemabuk

Hari ini, ahhh
Masih sama seperti kemarin, dahulu dan baru saja
Meski hujan terjatuh ke bumi
Matahari tetap hangat
Airnya ikut terasa hangat di pipi
Sedikit sesak, merindu yang tak rindu
Menunggu yang tak kan kembali
Entah apa isi doanya
Kini saya telah terbiasa
Merindu sendiri
Entah siapa, pada siapa
Hmmm… saya mulai meracau
Seperti pemabuk amatir
Yang bisa berjalan tegak tapi tak bisa berhenti mengoceh
Yang berjalan sambil menari tapi sambil menangis
Tak penting…
Tapi saya saling menghargai dengan , belajar…
Setiap hal, kejadian, insan, bumi, surga bahkan neraka
Tak sebatas “kami”
Tetaplah dan teruslah menyimak setiap kata
Semoga hilang rasa penasaran itu
Jangan sampai merindu
Karena kini saya haram bagimu
Saya selalu menghargai itu
Meski harus meregang nyawa tak akan pernah
Terucap rindu
Bahkan sebuah pertemuan tak kan diidamkan kembali
Meski rindu meremuk kalbu
Ahh… pemabuk yang rindu segelas anggur

Di Suatu Pagi

Waktu itu karena terkena entah sindrom apa…
Semangat banget bwt jogging
Hehee… gaya banget yah…
Katanya kan jogging bisa mengurangs stress terus menambah nafsu makan
Jadi penasaran untuk mencoba .., 😛
Enak juga, jalanan masih sepi
Dan terdamparlah di tempat ini

image

image

image

Sekarang taman ini banyak berubah, rumputnya ga ada
Tinggal tanah
Ada hiasan disini disana
Ada juga yang tetep masih sama

image

Rumah yang masih berdampingan sampe sekarang
Yang satu cukup besar dan mewah
Yang satu sederhana da ga terlalu besar
Ada satu yang mungkin bakalan lebih bertahan lama dari sekian banyak hal di taman ini
Yaitu ini..

image

Pohon ini…
Dari situ pengen banget, kalau nanti saya ini diciptakan jadi sebatang pohon aja
Ga tau kenapa
Karena meskipun disakiti saat dia ditebang
Akarnya tetap disitu
Kuat
Ahhh… ngelantur…
Rasanya pagi ini lebih lama duduk di taman ini daripada jogging
Jadi…. berangan kesana kemari
Entah berapa kali mata saya berkeliling menjelajahi taman ini
Tertunduk sebentar mungkin tersenyum simpul
Hmmm…. saya tetap harus kembali pulang… dengan berlari

Saya memiliki sebuah takdir
Iya, takdir yang tidak dimiliki oleh semua orang
Kehebatan seorang wanita yang tidak dimiliki wanita mana pun
Sering saya mengeluh tapi saya tetap melanjutkan hidup
Saya masih bernafas sekarang
Takdir apa ini
Saya dianugerahi berkubik air mata di ujung mata saya
Seperti saya ditakdirkan mengisi setiap saat dengan air mata
Mengapa?
Karena dia selalu begitu mudah mengalir…
Bersyukur… berharap suatu hari air mata ini jadi tumpukan mutiara
Yang entah dimana akan saya temukan nanti
Ini anugerah
Karena ketika saya berdiam beberapa detik pipi saya sudah menjadi basah
Sebelum saya sadari
Ajaib..
Adakah wanita yang tertawa seharian penuh
Dia masuk ke balik sebuah bilik kamar mandi
Demi setetes air mata
Ada… itu saya