Pemabuk

Hari ini, ahhh
Masih sama seperti kemarin, dahulu dan baru saja
Meski hujan terjatuh ke bumi
Matahari tetap hangat
Airnya ikut terasa hangat di pipi
Sedikit sesak, merindu yang tak rindu
Menunggu yang tak kan kembali
Entah apa isi doanya
Kini saya telah terbiasa
Merindu sendiri
Entah siapa, pada siapa
Hmmm… saya mulai meracau
Seperti pemabuk amatir
Yang bisa berjalan tegak tapi tak bisa berhenti mengoceh
Yang berjalan sambil menari tapi sambil menangis
Tak penting…
Tapi saya saling menghargai dengan , belajar…
Setiap hal, kejadian, insan, bumi, surga bahkan neraka
Tak sebatas “kami”
Tetaplah dan teruslah menyimak setiap kata
Semoga hilang rasa penasaran itu
Jangan sampai merindu
Karena kini saya haram bagimu
Saya selalu menghargai itu
Meski harus meregang nyawa tak akan pernah
Terucap rindu
Bahkan sebuah pertemuan tak kan diidamkan kembali
Meski rindu meremuk kalbu
Ahh… pemabuk yang rindu segelas anggur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s