Kau Makan Muntahmu Sendiri

Lihat itu!
Seekor anjing … pincang dan penuh borok
Ahhh… kenapa tak mati saja anjing itu
Mondar mandir di depan toko kami
Di depan rumah mewah yang setiap hari dibersihkan para pelayan dengan pewangi
Seandainya aku ada di depan mereka… tak perlu keras menjawab pikiran mereka yang terucap soal anjing itu
Cukup berbisik.. dan aku berharap bisa menghujam jantung mereka satu persatu
Kenapa tak kalian saja yang mati dengan lidah terkutuk itu?!
Rasanya ingin meneriaki mereka dengan kalimat itu
Tapi berbisik saja cukup
“Bagiku, kalian lebih menjijikan dari anjing itu”
Apa salah anjing itu… dia hanya mencari sisa makanan… dan dia tak pernah makan muntahnya sendiri..
Anjing itu tak seperti anjing lain
Perhatikan saja anjing yang tidur beralaskan kain sutra di rumah besar itu…
Dia diam-diam makan muntahnya sendiri saat majikannya pergi
Seandainya kalian punya cermin yang lebih baik
Anjing itu lebih aku sukai, dibandingkan kalian
Dia pincang… tak masalah bagiku. Hanya satu kakinya yang pincang… dia tetap bisa berlari hanya dengan tiga kaki
Tubuhnya penuh borok. Lalu apa kalian tidak?
Borok pada anjing itu dapat kuobati setiap hari hingga sembuh… sampai benar-benar hilang dan membaik…
Tapi aku tak punya kuasa apa-apa untuk mengobati borok di hati kalian yang keluar dari lidah dan pikiran kalian…
Aku tak bisa melihatnya
Bagaimana aku bisa mengobatinya…
Dari luar kalian tampak baik saja… tak bercacat tak bercela… tapi … kalian tak lebih baik dari anjing yang kalian bicarakan tadi
Kalian bilang jangan pernah ini dan itu… tapi kalian sendiri yang lakukan ini dan itu
Apa bedanya kalian dengan anjing di rumah-rumah orang kaya yang setiap hari diam-diam memakan muntahnya sendiri…
Ahhh… sudahlah…. kalian selalu benar
Bagiku… kalian makhluk yang perlu dikasihani…
Jangan lagi bicarakan anjing itu!
Anjing pincang dan penuh borok itu adalah anjing peliharaanku… dulu dia tak bisa berjalan.. dan tak bisa melihat karena borok di matanya…
Yang membuat kalian kini terganggu… karena dia semakin pulih dan membaik…
Urusi saja hidup kalian sendiri… yang merasa benar dengan pilihannya sendiri… dengan argumen dan keputusan kalian…
Anjing itu… lebih setia dan lebih dapat dipercaya daripada kata – kata kalian…
Anjing itu tak pernah makan muntahnya sendiri…
jika dia bisa bicara…. dia tidak ingin aku pergi dan menghilang…. dan dia setia…
Bukan dia yang pergi menghilang ketika dia semakin pulih… tapi dia tetap setia denganku…
Entah bicara apa aku ini…

Surat untuk Mantan

Hai… kamu yang ada entah dimana dan bersama siapa

Ini surat yang begitu spesial untuk kamu

Filipi 4:10 (TB)  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

Filipi 4:10 (TB)  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

Filipi 4:10 (TB)  Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

Tak ada hari yang indah tanpa matahari yang indah…

Panggil aku “sunshine”

Ternyata itu aku…
bukan kamu