Misteri

Hidup itu misteri…
Penuh misteri…
Menimbulkan misteri…
Bahkan hidup adalah misteri itu sendiri
Di satu masa kita ga pernah tau kenapa kita ada di tempat ini atau itu
Jalani saja… nikmati.. jawabannya akan selalu datang tepat waktu
Itulah misteri
Jangan terlalu banyak menduga dan berasumsi…
Ingat semua hanya tentang misteri
Berpikirlah yang baik..
Supaya jawaban dari misteri itu juga baik
Meski proses yang kamu jalani dibalik jawaban misteri itu begitu menyulitkan
Percaya saja..
Misteri itu gambaran kebaikan di masa depan
Sama seperti ketika dia pergi tanpa pesan
Menghilang…
Atau terpaksa berkhianat karena keadaan, meskipun tak ada alasan apa pun yang sepadan untuk sebuah pengkhianatan..
Bahkan ketika dia muncul membawa misteri ditengah misteri yang belum terpecahkan…
Percaya saja
Semua akan berakhir baik…
Misteri

Menangislah…

Menangis itu terkadang bisa buat sakit kepala hilang begitu saja…
Tidak perlu sungkan dibilang lemah atau cengeng, toh itu manusiawi
Kalau kita punya berjibun beban dipundak yang bisa sampai menarik syaraf di otak dan akhirnya bikin sakit kepala ga tertahan… kita bisa apa?
Cerita sama orang yang kita kenal belum tentu bisa kasih kita solusi.
Kalau kamu ga tahan dengan semua itu
Menangis saja.
Terkadang sesederhana itu
Pergi saja dari tempatmu sekarang dan cari ruangan gelap yang sempit
Menangislah..
Cobalah berkomunikasi dengan batinmu.
Yang paling mengerti diri kita ya kita sendiri, jadi rasanya kita harus membiasakan diri berkomunikasi dengan diri kita sendiri…
Dalam hati saja… nanti kamu dikira gila hehe..
Iya, saya memang suka menangis daripada membagi beban saya dengan orang lain.
Saya sangat tahu kalau setiap orang punya beban masing-masing yang harus dipikul dan dibawa kemana saja.
Saya paling tidak suka menjadi beban untuk orang lain, dalam hal apapun. Meski pada akhirnya saya terus membebani mereka.
Karena itu… saya hanya berbincang dengan Sang Maha Tahu… dia tidak akan mengejek saya karena cengeng dan terlalu sering menangis.
Dia tidak menganggap saya lemah dan melemahkan saya dengan kata – kata yang menghakimi…
Dia hanya menghembuskan angin segar.. dan memeluk saya dengan kehangatan..
Menenangkan saya… sehingga beban saya yang begitu berat.. dapat saya tanggung dengan hati yang tenang dan kuat..
Menangislah.. jika hanya itu yang bisa dilakukan..
Dia selalu menakar air mata yang menetes dan membasahi pipi..
Menangis dalam kegelapan itu membuat saya dapat terus tertawa dibawah mentari..
Menangislah…