Sahabat

Top-30-Best-Friend-Quotes-Best-friends

Aku bahagia… tertawa… bercanda
aku punya mereka, sahabat yang entah datang dari mana…
mata dengan tatapan memikat menghapus sejenak ingatan pikat tentangmu
telinga yang selalu disendengkan
bibir yang mengguratkan senyum yang mampu menggetarkan
tangan yang tampak lemah namun kuat
bahu yang mungkin kecil tapi disana tempatku bersandar sekarang
kaki yang selalu siap menemani langkah gontay yang terlihat tegap

Bahagiaku.. kini, adalah dia..
ahh… bukan dia, tapi mereka…
Yang tahu tentang cerita hidupku… sebagian tentangmu.. tentang kita…
sebagian kisah yang tak pernah mereka pertanyakan…
Mereka seperti paranormal yang tak pernah meminta setiap detail cerita…
namun mereka mengerti… dan hanya tersenyum simpul, sedikit mencuri pandang padaku…
Iyah, pandangan yang tak sama denganmu, tapi pandangan mencari jawaban saat pikiranku menerawang berusaha mencari keberadaan dirimu…

Tak sedikit yang aku sembunyikan dari mereka…
tentang aku.. kamu… tentang kita…
Kini… mereka adalah bagian hidupku… meski tak bisa menghapus asa tentangmu
Kini aku tahu apa itu sembilu… yang terlihat hanya sebilah bambu…
telah kau goreskan di bagian terdalam salah satu organ tubuhku…
Tak bisa kulukiskan rasanya seperti apa…
Kadang mereka murka… melihatku begitu sendu…
dan aku begitu pedih… dan semakin pedih… melihat mereka begitu murka karena lukaku
luka karena sembilu mu masih terasa..

Aku kini berusaha dan berpura melawan asa…
Mereka yang selalu ada untuk ku…. hanya akan melihat senyumku, meski palsu…
tawa bahagiaku meski terurai ragu…
Dia tetap tahu, saat menatap tajam kedua mataku, ahh…. bukan hanya dia, tapi mereka…
Kuhindari tatapan mereka dengan celotehku… tawa lepasku… tingkah konyolku, yang menyamarkan sendu…
Mungkinkan dengan begitu, tugasmu telah selesai…
Mempedulikanku, hingga luka yang kau buat menjadi sembuh..
apalah artinya itu karena kau pergi sebelum luka itu sembuh… dan kau gores kembali sembilu…

Sahabat… kini aku akan mencintai mereka…
Dan biarkan aku… membekukan hatiku. Membiarkannya membatu.
Tak bisa merasa, tak peduli, apatis… pada cinta
pertahanan diri dari cinta palsu yang semu…
dan pengkhianatan…

Terima kasih kamu, dia, kalian sahabat..
teruslah berdiri di sana menunggu aku bangkit,tetaplah diam disana hingga aku terus dapat bersandar ketika tulangku terasa remuk redam…
berlarilah bersama menemani langkah yang berkali jatuh menuju sebuah keabadian…

Sahabat

Advertisements