Dimana Arie?

Iya, saya sedang mencari seseorang bernama Arie.. beberapa waktu yang lalu saya teringat seseorang kawan lama.. Namanya Arie..
Saya mengenalnya lewat telepon-telepon nyasar.. entah lah hahaa… saya aja ga nyangka mengalami hal seperti itu.

Satu hal yang saya ingat adalah saya mendapatkan hadiah ulang tahun sebuah CD.. saya lupa berapa lama tepat nya saya mengenal Arie, tapi satu hal..
Kesan yang saya dapat, yah dia yang paling normal dari beberapa orang yang saya kenal lewat perkenalan tanpa sengaja

Oh iya, soal CD itu, awalnya saya kira isinya hanya rekaman lagu-lagu saja, ternyata.. itu rekaman suaranya yang membacakan sebuah puisi yang dia buat (sepertinya sih begitu) hehehe….

Keren… hahaa
Dia dengan mudah membaca apa yang bisa membuat saya kagum hanya dalam waktu singkat..
Saya suka puisi, sesuatu yang berirama … apa yah.. ahahhaa maybe art.

Seperti Cinta yang baca puisi untuk Rangga.. weleh…

Dan sungguh, belakangan saya berusaha mengingat dimana saya menyimpan CD itu, sungguh saya menyimpannya baik-baik, tapi ingatan saya ini buruknya luar biasa..

Saya bukan jatuh cinta padanya, tapi saya jatuh cinta dengan karyanya (udah kaya artis kan yah)
Suaranya masih saya ingat dengan baik saat membaca puisi di rekaman itu…

Membuat saya teringat tentang sesuatu,di saat sekolah dulu saya selalu berusaha sebaik mungkin saat harus membacakan sebuah puisi.

Dan entah kenapa, tak sulit bagi saya mendapat nilai yang sangat baik untuk hal seperti itu.

Apa seharusnya saya menjadi Chairil Anwar atau Kahlil Gibran kali yah…

Sungguh saya berharap CD itu tiba-tiba ditemukan di sudut rumah… seperti Arie yang tiba-tiba muncul kemudian menghilang tanpa pesan…

Kawan lama… pasti menyenangkan membicarakan sesuatu yang mungkin lebay alay atau berlebihan menurut orang karena terlalu drama..

Bagi saya, itu suatu hal romantis… bukan hanya untuk sepasang kekasih,
tapi untuk seseorang yang berjiwa sepi namun berpura-pura tertawa di kerumunan…

Arie.. can you say hello again?

Let’s talk about everything we have and share every moment in our life.

Sepertinya dia sudah berkeluarga, tapi ga masalah, saya hanya ingin belajar bagaimana membuat orang jatuh cinta hanya dalam 3 detik pertama dia mendengar suara saya saat membaca puisi atau saat membaca tulisan saya…

Dimana Arie?

Jika saya beruntung… kemungkinannya sangat kecil dia membaca tulisan ini…
Semoga saya bisa menemukan hadiah lama dari kawan lama..

See you Arie 🙂

Advertisements

Senandung Cerita

Apa kalian tau bagaimana rasanya menjadi seorang adik atau seorang kakak pada ssat yang bersamaan?
Bahagia lah meskipun sejenak, meskipun kini kalian sedang tak bertegur sapa. Karena kalian hanya harus memainkan peran kalian sendiri. Peran kalian yang seharusnya.
Wahai Adik… jangan membenci kakak mu ya, dia hanya ingin kamu tak hidup dalam kesalahan yang dia lakukan. Jangan bersedih jika kamu harus mengalah pada seisi rumahmu hanya kau begitu muda dan termuda dalam keluargamu…
Akan ada saatnya nanti seorang Adik akan menjadi seorang pemimpin dalam keluarga atau menjadi pengatur sebuah keluarga.
Terima saja semua sampai kau tak mampu merasakan dan berpikir apa pun lagi. Mati rasa. Mungkin rasanya semua sudah benar tapi tetap salah dimata yang lain.
Jika hatimu berkata dan bertanya “sampai kapan”
Ingatlah satu hal… suatu hari kamu akan pergi dari sini… menjauh untuk waktu yang sangat lama.
Lupakan saja amarahmu wahai Adik… kubur itu dalam-dalam hingga lenyap termakan waktu..
Kamu akan melupakannya segera, semuanya…
Entah apa hartamu wahai Adik… hingga langit pun mempertanyakan kebencian di mata saudaramu..
Hidupmu hancur karena memilih menjauhi rumahmu, agar tak ada rasa iri dihati saudaramu, kau celaka, tapi kau tanggung sendiri…
Mungkinkah seharusnya kau terlahir sebagai seorang Kakak…
Siapa yang harus disalahkan, tetap kau Adik.. karena kau terlalu muda dan naif untuk telalu jauh dari ibu.
Apakah harus sang Adik mati dihadapan saudaranya, agar tumpah ruah semua kasih sayang padanya… kau lupa bahkan tak akan pernah tau apa yang telah dikorbankan agar tak ada lagi dengki padamu.
Jangan takut wahai saudara, akan tiba saatnya nanti Adik kan pergi dari pandangan matamu. Selamanya.