Segelas Kopi di Siang Bolong (Bag. IV)

“Aroma kopi hitam ini hanya sebatas imajinasi yang terasa nyata, menyenangkan namun semu semata….”

Kali ini saya tidak menyeduh segelas kopi… ah, toples itu kini sedang kosong. Mungkin hanya ada sedikit sisa serbuk kopi di dinding toples. Ah ya sudah, nanti kalau sudah tiba waktu gajian, toples itu mungkin sudah penuh kembali. Entah kenapa tiba-tiba merindukan segelas kopi hitam. Aktivitas saya belakangan agak kacau dan kurang terorganisir. Jam tidur saya tentunya, seperti telah diporak porandakan oleh serangkaian kegiatan, yang entah apakah suatu hari bisa memberi bekal berguna dan berarti untuk saya. Haaahaaa…. kesannya koq seperti apa yang saya lakukan selama ini adalah sebuah kesia-siaan.
Saya menguap hampir ratusan kali (maaf agak lebay). Setidaknya mungkin begitu cara menuliskan kalau saya ngantuk berat dengan cara yang sedikit lebih keren. Kopi hitam itu tak bisa dicampur air panas, tidak bisa memberikan aroma yang bikin melek mata. Haha.. ya jelas, wong kopinya habis koq. Tapi, mari kita berimajinasi. Berimajinasi siang ini disponsori oleh “Segelas Kopi di Siang Bolong” karena ingin minum kopi hitam tapi si kopi ini habis tak bersisa… hehehe….
Membayangkan asapnya yang mengepul ke atas saat dituang air panas saja rasanya sudah bikin senyum – senyum sendiri. Lalu perlahan serbuknya itu ikut naik ke atas mengikuti air panas karena belum diaduk sehingga belum tercampur sempurna dengan si air panas. Gelasnya perlahan-lahan ikut menyerap panas kopi hitam….
Setelah diaduk aromanya semakin semerbak… Benar – benar dapat mengguratkan senyum saat dihirup dengan hidung dari jarak kurang dari 5 cm. Hahaha… Nikmat dan menenangkan… ya meskipun hanya bisa membayangkan saja… #gubragdeh
Jika diibaratkan dengan cinta yang bukan hanya untuk dan dari seseorang yang spesial, tapi juga cinta untuk sahabat dam makhluk lain. Ini agak ajaib yah,,, karena saya bisa merasakan mencium aroma si kopi hitam… rasanya seperti nyata. Tapi dimana ya segelas kopi hitam yang saya dambakan…
Aromanya seperti cinta yang mungkin sudah kita abaikan namun sebenarnya masih berkeliaran bebas di atmosfer bumi. Nah loh, membingungkan.. haha
Sebenarnya meskipun kita beradu argumen, bertengkar, memaki dan saling membenci sekali pun, bahkan saling meninggalkan , cinta itu melayang – layang bebas di atmosfer bumi. Seperti aroma kopi hitam yang saya imajinasikan ini. Yang dibutuhkan hanya kepekaan semata dan daya imajinasi yang kuat, karena bagaimana mungkin saya bisa tiba-tiba mencium aroma kopi begitu kuat padahal saya tidak menyeduh kopi hitam sama sekali.
Jika orang bilang seniman itu hampir gila karena terlalu banyak berimajinasi dan membayangkan hal-hal yang mungkin di luar nalar manusia pada umumnya, mungkin sekarang saya sedang dalam fase tersebut. Hahahaa… Sayangnya, saya bukan seniman atau penulis fiksi. Saya ya saya. Hanya saya. Selebihnya ya entah siapa saya. Ok, saya jadi semakin bingung dengan pernyataan tersebut.
Aroma segelas kopi hitam saya kali ini mungkin mirip seperti cinta dan kasih. Kalau kita memiliki sensitifitas atau mungkin kepekaan tinggi atau imajinasi atau apalah namanya, kita bisa menjadikan aroma itu seperti nyata. Bukan hanya aromanya tapi objeknya bisa kita rasakan kehadirannya… (agak ngeri)
Saya menguap lagi, karena segelas kopi hitam kali ini hanya sebuah khayalan… hmmm… tak apa, tapi cukup mengobati dan bikin senyum-senyum sendiri dengan kegilaan yang saya buat. Imajinasi koq segelas kopi?
Lain kali mungkin saya akan melakukan eksperimen imajinasi berada di Hawai, hahahaa… mungkin bisa membuat saya mencium aroma air laut dan angin pantai di Hawai…

Advertisements

Segelas Kopi di Siang Bolong (Bag. I)

Kalo dihitung-hitung, mungkin sekitar 25 tahun lebih saya tidak icip-icip kopi hitam…
Masa iyah ya… koq lama amat yah!? Apa bisa!?
Padahal beribu orang ngefans berat sama si hitam manis yang katanya bikin melek. Saya sih minum paling kopi ditambah susu, tidak pernah sama sekali minum kopi hitam murni yang murni hitam… hahaa
Apa yah itu namanya kopi espresso atau kopi tubruk atau apalah itu… pernah baca juga sih novel “Filosofi Kopi” yang ga tau kenapa bacanya ga beres2 padahal bukunya ga¬† setebel novel “Harry Potter”
Emang dasarnya kalo baca suka yang bagian menariknya aja, jd cuma tau potongan2 nya saja. Hehee…
Kopi itu banyak jenisnya, dan punya filosofi sendiri2. Menikmatinya juga bisa dengan berbagai macam cara.
Hari ini entah kenapa, berasa aneh dan super aneh waktu ditawari kopi hitam karena serangan ngantuk tak tertahankan… (*ini penyakit menahun di siang hari saat bekerja)
Secara kan yah, orang lain minum setiap hari, nah saya kan ini perdana sodara2..heu
Sejak terahir kali minum itu puluhan taun yang lalu. Inget banget kenapa saya ga mau minum kopi lagi, dan alhasil bertahan sampai barusan sebelum saya minum kopi pertama saya setelah puluhan tahun..
Dulu itu saya masih polos2 nya, masih taman kanak2 rasanya. Saya suka kopi hitam kala itu. Sampai suatu ketika, ada yang bilang, kalau minum kopi hitam nanti saya jadi kurang pintar alias bodoh. Mungkin sejak saat itu yah, saya entah kenapa memprogram mindset saya supaya berhenti menggemari kopi hitam biar pinter. Hahaa… (*pelajaran ya, hati2 menasehati anak kecil, daya ingat mereka kuat dan terus terbawa sampai dewasa)
Lucu memang, tapi ya itu, berdampak sekali pada saya, tapi apa betul yah, kopi hitam itu bikin bodoh? Hahaa… whatever lah ya… mungkin perlu penelitian lebih lanjut.
Yang jelas, kopi hitam ini rasanya masih sama seperti dulu.. manis sedikit pahit atau mungkin pahit sedikit manis. Itu yah sensasi yang belum tentu didapat dari minuman lain yang punya warna mungkin sama. Oh, saya pernah sok gaya minum espresso, double espresso lagi, ahhh…. seperti hidup, pahit ga ketulungan… haha (* pantes dikasihnya di gelas kecil, banget lagi)
Terus ditambah gula , pahitnya makin kuat, manisnya kalah sama rasa dan aroma espresso itu… sepertinya sudah 10 sendok gula yang dimasukan.
Berarti , ini bukan kopi pertama saya, tapi saya lupa kapan saya minum espresso untuk pertama kali… tapi saya tetep aja bisa tidur nyenyak yang katanya bisa bikin melek semalaman.
Kalau orang merokok katanya dia bisa dapat inspirasi… sepertinya seteguk kopi hitam juga bisa memberi inspirasi…
Pantas saja merokok itu selalu ditemani kopi hitam… hmmm
Tiba2 tertarik dengan si hitam manis….
Sepertinya, banyak cerita hidup lewat kopi hitam ini…
Omong2 soal kopi hitam saya di siang bolong ini, manis…. dan sedikit meninggalkan rasa pahit.. penuh makna..

image