Lama Tak Jumpa

Image result for silhouette art

Silhouette art on Pinterest

Itu  diujung jalan itu masih ada hempasan debu bekas dia menjejakkan kaki melangkah menuju ke loket sebelah
Debunya beterbangan seperti serpihan bintang berkilauan
Ya ampunnn… ini berlebihan
Terlalu berfatamorgana di tempat dan ruang yang salah
Disini terlalu gelap dan memakan tempat
Tidak ada ruang dan terlalu sesak untuk bisa bermimpi ketinggian
Tak ada atap atau pun lantai berikutnya
Apa sih ini?
Ini terlalu sesak, sungguh
Bagaimana bisa ketinggian ? Ruangan disini saja hanya bisa untuk satu orang saja
Hanya ada aku sendiri disini, lalu siapa orang itu yang jejak kakinya menghempaskan debu tanah
Ya Tuhan… mungkin aku sudah mulai gila…
Ruangan ini hanya diciptakan untuk satu makhluk saja. Tak mungkin rasanya ada orang lain.
Mungkin itu hanya sosok lapuk
Sosok lama yang sudah sekian lama tak ku jumpai
Entah di alam sadar atau pun di alam bawah sadar atau atas sadar ,hahaa…
Ya, itu mungkin karena mataku terlalu lama melihat kegelapan.
Bolehkah aku menyapa sosok itu?
Sosok yang entah apa, yang telah lama tak ku jumpai
Hai.. rasanya cukuplah menyapa itu saja
Haahhaaa…
Maaf mataku buta total karena selama ini yang kulihat hanya hitam gelap
Iya, itu yang orang katakan tentang kegelapan.. hanya punya satu warna yaitu kegelapan.
Tapi terkadang kegelapan ini punya banyak warna yang menggoda
Sayang nya, banyak orang bisa melihatnya namun tidak mengakuinya
Jadi, sebenarnya siapa kamu sosok itu
Benarkah kamu hanyalah fatamorgana di tengah padang pasir?
Argh… harusnya sosok itu tidak muncul di tengah duniaku yang begitu sempit.
Dia hanya membuatku semakin terhimpit saja dengan celotehan dan asumsi yang tidak jelas.
Tapi tampaknya dia tidak mampu berlama-lama, rupanya dia tak tahan juga dengan kegelapan dan sempitnya ruangan ini
Wahai sosok yang telah lama tak kujumpai dan tiba-tiba muncul kemudian berlalu..
Lama tak jumpa
Aku sudah menyapamu, semoga kau puas dan tak menghempaskan lagi debu di depan mataku… karena mungkin lain kali itu hanya seperti angin lalu dan bukan serpihan bintang lagi…

Selamat Tinggal
Sosok yang Lama Tak Jumpa

Bumerang #1

Senjata kaum aborigin
Bisa jadi sangat mematikan ketika ada di tangan yang tepat
Sayangnya bumerang itu menjelma jadi kata yang diucapkan mulut seorang manusia lupa diri
Kini perlahan
Bumerang yang kau lemparkan padaku kembali mendatangi tuannya
Bukan untuk ditangkap dan dikuasai kembali
Tapi untuk berbalik menyerang sang tuan

Dimana Arie?

Iya, saya sedang mencari seseorang bernama Arie.. beberapa waktu yang lalu saya teringat seseorang kawan lama.. Namanya Arie..
Saya mengenalnya lewat telepon-telepon nyasar.. entah lah hahaa… saya aja ga nyangka mengalami hal seperti itu.

Satu hal yang saya ingat adalah saya mendapatkan hadiah ulang tahun sebuah CD.. saya lupa berapa lama tepat nya saya mengenal Arie, tapi satu hal..
Kesan yang saya dapat, yah dia yang paling normal dari beberapa orang yang saya kenal lewat perkenalan tanpa sengaja

Oh iya, soal CD itu, awalnya saya kira isinya hanya rekaman lagu-lagu saja, ternyata.. itu rekaman suaranya yang membacakan sebuah puisi yang dia buat (sepertinya sih begitu) hehehe….

Keren… hahaa
Dia dengan mudah membaca apa yang bisa membuat saya kagum hanya dalam waktu singkat..
Saya suka puisi, sesuatu yang berirama … apa yah.. ahahhaa maybe art.

Seperti Cinta yang baca puisi untuk Rangga.. weleh…

Dan sungguh, belakangan saya berusaha mengingat dimana saya menyimpan CD itu, sungguh saya menyimpannya baik-baik, tapi ingatan saya ini buruknya luar biasa..

Saya bukan jatuh cinta padanya, tapi saya jatuh cinta dengan karyanya (udah kaya artis kan yah)
Suaranya masih saya ingat dengan baik saat membaca puisi di rekaman itu…

Membuat saya teringat tentang sesuatu,di saat sekolah dulu saya selalu berusaha sebaik mungkin saat harus membacakan sebuah puisi.

Dan entah kenapa, tak sulit bagi saya mendapat nilai yang sangat baik untuk hal seperti itu.

Apa seharusnya saya menjadi Chairil Anwar atau Kahlil Gibran kali yah…

Sungguh saya berharap CD itu tiba-tiba ditemukan di sudut rumah… seperti Arie yang tiba-tiba muncul kemudian menghilang tanpa pesan…

Kawan lama… pasti menyenangkan membicarakan sesuatu yang mungkin lebay alay atau berlebihan menurut orang karena terlalu drama..

Bagi saya, itu suatu hal romantis… bukan hanya untuk sepasang kekasih,
tapi untuk seseorang yang berjiwa sepi namun berpura-pura tertawa di kerumunan…

Arie.. can you say hello again?

Let’s talk about everything we have and share every moment in our life.

Sepertinya dia sudah berkeluarga, tapi ga masalah, saya hanya ingin belajar bagaimana membuat orang jatuh cinta hanya dalam 3 detik pertama dia mendengar suara saya saat membaca puisi atau saat membaca tulisan saya…

Dimana Arie?

Jika saya beruntung… kemungkinannya sangat kecil dia membaca tulisan ini…
Semoga saya bisa menemukan hadiah lama dari kawan lama..

See you Arie ­čÖé

Sahabat

Top-30-Best-Friend-Quotes-Best-friends

Aku bahagia… tertawa… bercanda
aku punya mereka, sahabat yang entah datang dari mana…
mata dengan tatapan memikat menghapus sejenak ingatan pikat tentangmu
telinga yang selalu disendengkan
bibir yang mengguratkan senyum yang mampu menggetarkan
tangan yang tampak lemah namun kuat
bahu yang mungkin kecil tapi disana tempatku bersandar sekarang
kaki yang selalu siap menemani langkah gontay yang terlihat tegap

Bahagiaku.. kini, adalah dia..
ahh… bukan dia, tapi mereka…
Yang tahu tentang cerita hidupku… sebagian tentangmu.. tentang kita…
sebagian kisah yang tak pernah mereka pertanyakan…
Mereka seperti paranormal yang tak pernah meminta setiap detail cerita…
namun mereka mengerti… dan hanya tersenyum simpul, sedikit mencuri pandang padaku…
Iyah, pandangan yang tak sama denganmu, tapi pandangan mencari jawaban saat pikiranku menerawang berusaha mencari keberadaan dirimu…

Tak sedikit yang aku sembunyikan dari mereka…
tentang aku.. kamu… tentang kita…
Kini… mereka adalah bagian hidupku… meski tak bisa menghapus asa tentangmu
Kini aku tahu apa itu sembilu… yang terlihat hanya sebilah bambu…
telah kau goreskan di bagian terdalam salah satu organ tubuhku…
Tak bisa kulukiskan rasanya seperti apa…
Kadang mereka murka… melihatku begitu sendu…
dan aku begitu pedih… dan semakin pedih… melihat mereka begitu murka karena lukaku
luka karena sembilu mu masih terasa..

Aku kini berusaha dan berpura melawan asa…
Mereka yang selalu ada untuk ku…. hanya akan melihat senyumku, meski palsu…
tawa bahagiaku meski terurai ragu…
Dia tetap tahu, saat menatap tajam kedua mataku, ahh…. bukan hanya dia, tapi mereka…
Kuhindari tatapan mereka dengan celotehku… tawa lepasku… tingkah konyolku, yang menyamarkan sendu…
Mungkinkan dengan begitu, tugasmu telah selesai…
Mempedulikanku, hingga luka yang kau buat menjadi sembuh..
apalah artinya itu karena kau pergi sebelum luka itu sembuh… dan kau gores kembali sembilu…

Sahabat… kini aku akan mencintai mereka…
Dan biarkan aku… membekukan hatiku. Membiarkannya membatu.
Tak bisa merasa, tak peduli, apatis… pada cinta
pertahanan diri dari cinta palsu yang semu…
dan pengkhianatan…

Terima kasih kamu, dia, kalian sahabat..
teruslah berdiri di sana menunggu aku bangkit,tetaplah diam disana hingga aku terus dapat bersandar ketika tulangku terasa remuk redam…
berlarilah bersama menemani langkah yang berkali jatuh menuju sebuah keabadian…

Sahabat