Bumerang #2

Tau kan bumerang itu apa?
Itu loh senjata suku Aborigin
Hanya sebatas itu juga sih yang saya tahu
Pernah ga kepikiran? Kenapa bumerang bentuknya seperti ini atau itu?
Kenapa dilempar sejauh apa pun juga pasti bakalan balik lagi pada si pelempar?
Hmm… belum pernah lihat bumerang asli itu seperti apa.
Jadi ingin berfilosofi tentang bumerang
Entah kenapa dalam perjalan saya yang akhir – akhir ini agak monoton..
Waktu angin menerpa wajah saya yang mulai kumal.. haha
Ya.. terpikir tentang bumerang dan berbagai macam korelasinya..
Hmm… berpikir kesana kemari dan akhirnya baper (bawa perasaan) eh… bukan bawa permasalahan dalam otak yang udah lama ga menuangkan kerumunannya …
Ampun deh… bahasanya… haha
Sudah seminggu lebih.. bumerang … kata itu saja yang terlintas dan membuat saya asyik dengan pemikiran kesana kemari…
Ya..
Bumerang…

Bumerang #1

Senjata kaum aborigin
Bisa jadi sangat mematikan ketika ada di tangan yang tepat
Sayangnya bumerang itu menjelma jadi kata yang diucapkan mulut seorang manusia lupa diri
Kini perlahan
Bumerang yang kau lemparkan padaku kembali mendatangi tuannya
Bukan untuk ditangkap dan dikuasai kembali
Tapi untuk berbalik menyerang sang tuan

Dimana Arie?

Iya, saya sedang mencari seseorang bernama Arie.. beberapa waktu yang lalu saya teringat seseorang kawan lama.. Namanya Arie..
Saya mengenalnya lewat telepon-telepon nyasar.. entah lah hahaa… saya aja ga nyangka mengalami hal seperti itu.

Satu hal yang saya ingat adalah saya mendapatkan hadiah ulang tahun sebuah CD.. saya lupa berapa lama tepat nya saya mengenal Arie, tapi satu hal..
Kesan yang saya dapat, yah dia yang paling normal dari beberapa orang yang saya kenal lewat perkenalan tanpa sengaja

Oh iya, soal CD itu, awalnya saya kira isinya hanya rekaman lagu-lagu saja, ternyata.. itu rekaman suaranya yang membacakan sebuah puisi yang dia buat (sepertinya sih begitu) hehehe….

Keren… hahaa
Dia dengan mudah membaca apa yang bisa membuat saya kagum hanya dalam waktu singkat..
Saya suka puisi, sesuatu yang berirama … apa yah.. ahahhaa maybe art.

Seperti Cinta yang baca puisi untuk Rangga.. weleh…

Dan sungguh, belakangan saya berusaha mengingat dimana saya menyimpan CD itu, sungguh saya menyimpannya baik-baik, tapi ingatan saya ini buruknya luar biasa..

Saya bukan jatuh cinta padanya, tapi saya jatuh cinta dengan karyanya (udah kaya artis kan yah)
Suaranya masih saya ingat dengan baik saat membaca puisi di rekaman itu…

Membuat saya teringat tentang sesuatu,di saat sekolah dulu saya selalu berusaha sebaik mungkin saat harus membacakan sebuah puisi.

Dan entah kenapa, tak sulit bagi saya mendapat nilai yang sangat baik untuk hal seperti itu.

Apa seharusnya saya menjadi Chairil Anwar atau Kahlil Gibran kali yah…

Sungguh saya berharap CD itu tiba-tiba ditemukan di sudut rumah… seperti Arie yang tiba-tiba muncul kemudian menghilang tanpa pesan…

Kawan lama… pasti menyenangkan membicarakan sesuatu yang mungkin lebay alay atau berlebihan menurut orang karena terlalu drama..

Bagi saya, itu suatu hal romantis… bukan hanya untuk sepasang kekasih,
tapi untuk seseorang yang berjiwa sepi namun berpura-pura tertawa di kerumunan…

Arie.. can you say hello again?

Let’s talk about everything we have and share every moment in our life.

Sepertinya dia sudah berkeluarga, tapi ga masalah, saya hanya ingin belajar bagaimana membuat orang jatuh cinta hanya dalam 3 detik pertama dia mendengar suara saya saat membaca puisi atau saat membaca tulisan saya…

Dimana Arie?

Jika saya beruntung… kemungkinannya sangat kecil dia membaca tulisan ini…
Semoga saya bisa menemukan hadiah lama dari kawan lama..

See you Arie 🙂

Segelas Kopi di Siang Bolong (Bag. IV)

“Aroma kopi hitam ini hanya sebatas imajinasi yang terasa nyata, menyenangkan namun semu semata….”

Kali ini saya tidak menyeduh segelas kopi… ah, toples itu kini sedang kosong. Mungkin hanya ada sedikit sisa serbuk kopi di dinding toples. Ah ya sudah, nanti kalau sudah tiba waktu gajian, toples itu mungkin sudah penuh kembali. Entah kenapa tiba-tiba merindukan segelas kopi hitam. Aktivitas saya belakangan agak kacau dan kurang terorganisir. Jam tidur saya tentunya, seperti telah diporak porandakan oleh serangkaian kegiatan, yang entah apakah suatu hari bisa memberi bekal berguna dan berarti untuk saya. Haaahaaa…. kesannya koq seperti apa yang saya lakukan selama ini adalah sebuah kesia-siaan.
Saya menguap hampir ratusan kali (maaf agak lebay). Setidaknya mungkin begitu cara menuliskan kalau saya ngantuk berat dengan cara yang sedikit lebih keren. Kopi hitam itu tak bisa dicampur air panas, tidak bisa memberikan aroma yang bikin melek mata. Haha.. ya jelas, wong kopinya habis koq. Tapi, mari kita berimajinasi. Berimajinasi siang ini disponsori oleh “Segelas Kopi di Siang Bolong” karena ingin minum kopi hitam tapi si kopi ini habis tak bersisa… hehehe….
Membayangkan asapnya yang mengepul ke atas saat dituang air panas saja rasanya sudah bikin senyum – senyum sendiri. Lalu perlahan serbuknya itu ikut naik ke atas mengikuti air panas karena belum diaduk sehingga belum tercampur sempurna dengan si air panas. Gelasnya perlahan-lahan ikut menyerap panas kopi hitam….
Setelah diaduk aromanya semakin semerbak… Benar – benar dapat mengguratkan senyum saat dihirup dengan hidung dari jarak kurang dari 5 cm. Hahaha… Nikmat dan menenangkan… ya meskipun hanya bisa membayangkan saja… #gubragdeh
Jika diibaratkan dengan cinta yang bukan hanya untuk dan dari seseorang yang spesial, tapi juga cinta untuk sahabat dam makhluk lain. Ini agak ajaib yah,,, karena saya bisa merasakan mencium aroma si kopi hitam… rasanya seperti nyata. Tapi dimana ya segelas kopi hitam yang saya dambakan…
Aromanya seperti cinta yang mungkin sudah kita abaikan namun sebenarnya masih berkeliaran bebas di atmosfer bumi. Nah loh, membingungkan.. haha
Sebenarnya meskipun kita beradu argumen, bertengkar, memaki dan saling membenci sekali pun, bahkan saling meninggalkan , cinta itu melayang – layang bebas di atmosfer bumi. Seperti aroma kopi hitam yang saya imajinasikan ini. Yang dibutuhkan hanya kepekaan semata dan daya imajinasi yang kuat, karena bagaimana mungkin saya bisa tiba-tiba mencium aroma kopi begitu kuat padahal saya tidak menyeduh kopi hitam sama sekali.
Jika orang bilang seniman itu hampir gila karena terlalu banyak berimajinasi dan membayangkan hal-hal yang mungkin di luar nalar manusia pada umumnya, mungkin sekarang saya sedang dalam fase tersebut. Hahahaa… Sayangnya, saya bukan seniman atau penulis fiksi. Saya ya saya. Hanya saya. Selebihnya ya entah siapa saya. Ok, saya jadi semakin bingung dengan pernyataan tersebut.
Aroma segelas kopi hitam saya kali ini mungkin mirip seperti cinta dan kasih. Kalau kita memiliki sensitifitas atau mungkin kepekaan tinggi atau imajinasi atau apalah namanya, kita bisa menjadikan aroma itu seperti nyata. Bukan hanya aromanya tapi objeknya bisa kita rasakan kehadirannya… (agak ngeri)
Saya menguap lagi, karena segelas kopi hitam kali ini hanya sebuah khayalan… hmmm… tak apa, tapi cukup mengobati dan bikin senyum-senyum sendiri dengan kegilaan yang saya buat. Imajinasi koq segelas kopi?
Lain kali mungkin saya akan melakukan eksperimen imajinasi berada di Hawai, hahahaa… mungkin bisa membuat saya mencium aroma air laut dan angin pantai di Hawai…

2GMFBNFSVGUL2CMBBRXNM1FXMAKK6I_07

“Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.”

– R.A. Kartini

Jika ya, mengapa setiap akhir selalu bersahabat dengan air mata..
Seharusnya kita sadar bahwa segala sesuatu yang berakhir dengan buruk sesungguhnya belum berakhir. Tuhan menciptakan segala sesuatu untuk kebaikan manusia. Kebahagiaan cerita hidup insan kesayangan-Nya.
Sama seperti 2 insan yang mencinta dan dipisahkan… semua ada dalam buku kehidupan-Nya.
Sama seperti saya yang harus merelakan sesuatu… karena waktu memberi saya kesadaran baru bahwa, bahagia nya melebihin apa pun.
Kamu tahu, sebesar apa sulit melepas sesuatu yang begitu kamu cintai??
Cobalah untuk membakar air yang mengalir… tak mungkin
Tapi,, apakah akan kamu biarkan tubuhmu terus menggigil kedinginan karena tak ada api yang menghangatkan…
Kamu ….
Aku tahu… begitu sakit bertahan…
Dan saya masih menggenggammu di sudut hati…
Dan memilih membiarkanmu melangkah pergi…
Agar tak tersakiti lagi…
Mungkin suatu saat akan datang sebuah kemungkinan…
Ketika kita memulai kembali suatu hal baru yang tanpa akhir
Tanpa saling menyakiti….

Karma is like a shadow… it always follow your step …
Maybe it will disappear when light comes…
But it will come to you when the dark comes too
Because we live between the light and the dark side.
We never live in the dark forever… and in the light forever..
Like a day and night..
Always comes until you die…

-unknown-