2GMFBNFSVGUL2CMBBRXNM1FXMAKK6I_07

“Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.”

– R.A. Kartini

Jika ya, mengapa setiap akhir selalu bersahabat dengan air mata..
Seharusnya kita sadar bahwa segala sesuatu yang berakhir dengan buruk sesungguhnya belum berakhir. Tuhan menciptakan segala sesuatu untuk kebaikan manusia. Kebahagiaan cerita hidup insan kesayangan-Nya.
Sama seperti 2 insan yang mencinta dan dipisahkan… semua ada dalam buku kehidupan-Nya.
Sama seperti saya yang harus merelakan sesuatu… karena waktu memberi saya kesadaran baru bahwa, bahagia nya melebihin apa pun.
Kamu tahu, sebesar apa sulit melepas sesuatu yang begitu kamu cintai??
Cobalah untuk membakar air yang mengalir… tak mungkin
Tapi,, apakah akan kamu biarkan tubuhmu terus menggigil kedinginan karena tak ada api yang menghangatkan…
Kamu ….
Aku tahu… begitu sakit bertahan…
Dan saya masih menggenggammu di sudut hati…
Dan memilih membiarkanmu melangkah pergi…
Agar tak tersakiti lagi…
Mungkin suatu saat akan datang sebuah kemungkinan…
Ketika kita memulai kembali suatu hal baru yang tanpa akhir
Tanpa saling menyakiti….

Sinetron karya anak bangsa… iya betul, produksi asli Indonesia. Kadang underestimate kalau sekedar dengar dari cerita orang tentang sinetron Indonesia. Katanya sinetron remaja , tapi rasanya kurang layak dipertontonkan untuk kalangan remaja. Memberikan contoh yang rasanya kurang baik untuk budaya timur yang sudah mendarah daging sejak jaman Pithecanthropus erectus (Java Man). 😛
Entah kenapa koq rasanya sudah menjadi budaya timur bumbu barat, atau budaya barat yang dipaksa diadaptasikan agar ketimuran. Seolah ingin menyatukan air dengan minyak.. secara ilmu pengetahuan sih bisa saja. Kita hanya perlu sabun. Tapi kebudayaan yang berbeda bukan sekedar seperti minyak dan air. Perlu keterbukaan wawasan dan kematangan emosional setiap pribadi yang disuguhkan hal tersebut. Kemampuan filtrasi yang tidak biasa bahkan mungkin diatas rata-rata.
Kurang lebih sih, banyak yang merasa kalau sinetron Indonesia kurang berkualitas dalam beberapa hal, tapi ada juga bahkan mungkin banyak yang baik bahkan sangat baik kualitasnya. Entah itu dari segi pemeran nya, jalan cerita, tema, latar belakang, dll. Jujur sih, saya tidak terlalu menggilai sinetron. Maka dari itu saya jadi tidak terlalu hafal dan tau sinetron terbaru, sinetron lawas, sinetron yang seru , dll. Hanya sebatas mendengar cerita orang, tentang kesan mereka menonton sinetron favorite nya, atau melihat aktor / aktris idola mereka bermain di sinetron itu. Kalau memang benar bagus saya pasti tonton dari awal sampai akhir, tapi kalau ditengah jalan agak membosankan dan stagnan, kemungkinan saya berhenti menonton ya cukup besar. Paling menonton episode terakhirnya saja. Setidaknya, tau cerita awal, pertengahan dan akhir. Hahaa,,, secara sekarang saya merasa jadi manusia yang agak sedikit sibuk dengan berbagai kepentingan negara… 😀 (*lebay) jadi intensitas nongkrong di depan tv banyak berkurang.
Kembali ke sinetron Indonesia, kemarin sih nonton sinetron yang lumayan bagus. Pesan moralnya ada. Selain itu, sepertinya ide ceritanya berasal dari surat – surat R.A. Kartini. Hampir lupa gitu kan, dan hampir tergerus jaman dan kemajuan teknologi. Padahal jaman SD dulu jadi juara pertama lomba busana Kartini. Dan ditanyalah bukunya yang terkenal. Seinget saya sih, saya ga bisa jawab, karena memang belum tau. Waktu itu saya kelas 1 SD. Alhasil, saya inget sampai sekarang “Habis Gelap Terbitlah Terang”
Kembali ke sinetron yang saya tonton, singkatnya, di akhir cerita kan suka ada tulisan – tulisan penutup.. adalah satu kalimat yang membuat saya memutuskan kalau yang saya tonton sinetron yang cukup baik..

Kita bisa menjadi manusia seutuhnya dengan terus berusaha menjadi wanita seutuhnya
– R.A. Kartini-

Dan mendadak jadi ingat kalau saya ini juga penerus Kartini, secara saya ini kan wanita.
Saya merasa belum seutuhnya wanita, berarti saya ini masih setengah manusia… hmmm….  artinya harus terus berusaha dan berjuang dalam hidup…