Menangislah…

Menangis itu terkadang bisa buat sakit kepala hilang begitu saja…
Tidak perlu sungkan dibilang lemah atau cengeng, toh itu manusiawi
Kalau kita punya berjibun beban dipundak yang bisa sampai menarik syaraf di otak dan akhirnya bikin sakit kepala ga tertahan… kita bisa apa?
Cerita sama orang yang kita kenal belum tentu bisa kasih kita solusi.
Kalau kamu ga tahan dengan semua itu
Menangis saja.
Terkadang sesederhana itu
Pergi saja dari tempatmu sekarang dan cari ruangan gelap yang sempit
Menangislah..
Cobalah berkomunikasi dengan batinmu.
Yang paling mengerti diri kita ya kita sendiri, jadi rasanya kita harus membiasakan diri berkomunikasi dengan diri kita sendiri…
Dalam hati saja… nanti kamu dikira gila hehe..
Iya, saya memang suka menangis daripada membagi beban saya dengan orang lain.
Saya sangat tahu kalau setiap orang punya beban masing-masing yang harus dipikul dan dibawa kemana saja.
Saya paling tidak suka menjadi beban untuk orang lain, dalam hal apapun. Meski pada akhirnya saya terus membebani mereka.
Karena itu… saya hanya berbincang dengan Sang Maha Tahu… dia tidak akan mengejek saya karena cengeng dan terlalu sering menangis.
Dia tidak menganggap saya lemah dan melemahkan saya dengan kata – kata yang menghakimi…
Dia hanya menghembuskan angin segar.. dan memeluk saya dengan kehangatan..
Menenangkan saya… sehingga beban saya yang begitu berat.. dapat saya tanggung dengan hati yang tenang dan kuat..
Menangislah.. jika hanya itu yang bisa dilakukan..
Dia selalu menakar air mata yang menetes dan membasahi pipi..
Menangis dalam kegelapan itu membuat saya dapat terus tertawa dibawah mentari..
Menangislah…

Langit

orig_47812

Kalau ada yang tanya apa yang kamu suka dari langit?
Mungkin saya akan menjawab… langit selalu bisa mengungkapkan isi hati saya…
Kalau si penanya jadi bingung dengan jawaban saya, itu amat sangat dapat dimaklumi. Kalau begitu bagaimana kalau kita mulai dengan cerita yang entah berujung atau tidak.
Langit adalah bagian dari semesta yang begitu lekat dengan suasana hati saya..
Saya rasa secara ga sadar kadang orang lain pun merasakan hal yang sama.
Kamu tahu kenapa hari ini langit begitu cerah? Warna nya biru begitu memikat mata saat memandangnya.
Iya, karena hari ini saya jatuh cinta dan langit bagaikan tahu tentang perasaan saya saat ini…
Lalu bagaimana kalau saat itu, disaat yang bersamaan di belahan dunia lain ada orang yang baru saja kehilangan orang yang sangat dia cintai?
Rasanya tidak mungkin bukan dia bisa mengatakan hal yang sama tentang langit biru itu. Mungkin dia akan bilang kalau langit menjadi begitu indah karena disana ada kekasihnya itu sambil dia meneteskan air mata. Atau bisa saja dia bilang kalau itu adalah bentuk kasih sayang Tuhan untuknya yang merasa pedih.
Sudut pandang yang berbeda soal itu. Tapi bagi saya, langit seolah dapat berkomunikasi dengan hati dan nurani saya.
Mungkin saya tidak bisa mengungkapkan atau melampiaskan kekesalan dan amarah saya pada suatu hal yang menimpa saya. Jika saya memikirkan hal itu terus tanpa saya sadari langit seperti bergemuruh dan tak bersahabat. Bahkan ketika saya bersedih,,, langit seolah menangis tersedu bersama dengan saya.
Aduh koq jadi lebay yah… hehe
Entah benar atau tidak, tapi saya berusaha mengontrol suasana hati saya… agar langit tetap pada koridornya (halah,,) 😀
Saya suka langit bukan karena saya suka warna biru langit. Saya suka memandang langit bahkan saat dia berwarna kelabu, hingga hitam pekat.
Karena kemana dan dimana saya , dia yang selalu memayungi saya…
Mungkin dia saksi bisu dari setiap bisikan hati kecil saya, jadi kalau ada yang tersambar petir tiba-tiba atau merasa ditakut-takuti gemuruh langit. Mungkin anda pernah bermasalah dengan saya… hhahaaa… Mungkin langit sedang menunjukkan rasa setia kawan nya pada saya.. 😛
YA itu lah, cerita yang akan semakin melantur dan entah apa intinya…
Mungkin nanti saya bisa bercerita tentang hal yang lebih jelas tentang langit…

“Saat langit begitu cerah tak berarti hidupmu sudah baik, bisa jadi dia indah karena air mata disudut negeri lain. Bila langitmu begitu kelam hampir pekat bukan berarti hidupmu begitu tak berguna. Bisa jadi ada pelangi yang sedang bersembunyi di sana, dan ada insan lain yang terhukum karena gelapnya.”