Langit

orig_47812

Kalau ada yang tanya apa yang kamu suka dari langit?
Mungkin saya akan menjawab… langit selalu bisa mengungkapkan isi hati saya…
Kalau si penanya jadi bingung dengan jawaban saya, itu amat sangat dapat dimaklumi. Kalau begitu bagaimana kalau kita mulai dengan cerita yang entah berujung atau tidak.
Langit adalah bagian dari semesta yang begitu lekat dengan suasana hati saya..
Saya rasa secara ga sadar kadang orang lain pun merasakan hal yang sama.
Kamu tahu kenapa hari ini langit begitu cerah? Warna nya biru begitu memikat mata saat memandangnya.
Iya, karena hari ini saya jatuh cinta dan langit bagaikan tahu tentang perasaan saya saat ini…
Lalu bagaimana kalau saat itu, disaat yang bersamaan di belahan dunia lain ada orang yang baru saja kehilangan orang yang sangat dia cintai?
Rasanya tidak mungkin bukan dia bisa mengatakan hal yang sama tentang langit biru itu. Mungkin dia akan bilang kalau langit menjadi begitu indah karena disana ada kekasihnya itu sambil dia meneteskan air mata. Atau bisa saja dia bilang kalau itu adalah bentuk kasih sayang Tuhan untuknya yang merasa pedih.
Sudut pandang yang berbeda soal itu. Tapi bagi saya, langit seolah dapat berkomunikasi dengan hati dan nurani saya.
Mungkin saya tidak bisa mengungkapkan atau melampiaskan kekesalan dan amarah saya pada suatu hal yang menimpa saya. Jika saya memikirkan hal itu terus tanpa saya sadari langit seperti bergemuruh dan tak bersahabat. Bahkan ketika saya bersedih,,, langit seolah menangis tersedu bersama dengan saya.
Aduh koq jadi lebay yah… hehe
Entah benar atau tidak, tapi saya berusaha mengontrol suasana hati saya… agar langit tetap pada koridornya (halah,,) 😀
Saya suka langit bukan karena saya suka warna biru langit. Saya suka memandang langit bahkan saat dia berwarna kelabu, hingga hitam pekat.
Karena kemana dan dimana saya , dia yang selalu memayungi saya…
Mungkin dia saksi bisu dari setiap bisikan hati kecil saya, jadi kalau ada yang tersambar petir tiba-tiba atau merasa ditakut-takuti gemuruh langit. Mungkin anda pernah bermasalah dengan saya… hhahaaa… Mungkin langit sedang menunjukkan rasa setia kawan nya pada saya.. 😛
YA itu lah, cerita yang akan semakin melantur dan entah apa intinya…
Mungkin nanti saya bisa bercerita tentang hal yang lebih jelas tentang langit…

“Saat langit begitu cerah tak berarti hidupmu sudah baik, bisa jadi dia indah karena air mata disudut negeri lain. Bila langitmu begitu kelam hampir pekat bukan berarti hidupmu begitu tak berguna. Bisa jadi ada pelangi yang sedang bersembunyi di sana, dan ada insan lain yang terhukum karena gelapnya.”

Bali #1

“Om Swastyastu…”

Surganya Indonesia…
Siapa sih yang ga kenal dengan Pulau Dewata..
Kebanyakan pelancong menganggap Bali adalah Indonesia.. hanya sebatas Bali saja… padahal Bali adalah satu dari ribuan pesona keindahan Indonesia…
Kali ini disponsori oleh jalan-jalan gratis alias tugas negara yang mengharuskan saya dinas hingga ke Bali…
Wuidihh … semangat dong yaa… apalagi ini untuk pertama kalinya..
Memang apa yang dikerjain Tuhan itu di luar akal pemikiran manusia… siapa yang menyangka coba yah… tiba-tiba disuruh berangkat kembali … ga keluar duit sepeser pun…
Warrrbiasaahhh….
Pertama kali menginjakan kaki di bandara… menghirup udara di Bali… langsung bikin senyum merekah.. dan merasa dreams come true
Bersih banget dengan aura kenyamanan yang khas… entah gimana menuliskannya.. yang jelas.. i like it
Suasananya friendly padahal saya belum berinteraksi dengan penduduk pribumi nya.. tapi auranya saja udah menggetarkan sukma… #lebay mode on
Berasa banget Bali nya… ya ampun.. iya lahh… wong saya sudah mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar… hahaaa
Saya ga menyangka… kalau semua berawal dari sini… kemudian saya akan menapakan kaki di keindahan-keindahan ciptaan Tuhan lewat pesona Indonesia…

“Om Santih Santih Santih Om…”